- Pemkot Tangerang Selatan menyiapkan layanan bus sekolah gratis bagi pelajar yang mulai beroperasi pada 13 Juli 2026 mendatang.
- Dinas Perhubungan telah melakukan pemeliharaan armada secara intensif guna menjamin standar keamanan dan keselamatan seluruh penumpang setiap hari.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk operasional bus agar layanan gratis tetap tersedia meski terdapat penyesuaian harga BBM.
SuaraBanten.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengimbau para pelajar untuk memanfaatkan layanan Bus Sekolah gratis yang akan mulai beroperasi secara masif pada hari pertama masuk sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Langkah ini diambil untuk mempermudah aksesibilitas siswa menuju sekolah sekaligus mengurangi beban kemacetan dan polusi udara di wilayah Tangsel.
Guna menjamin keselamatan nyawa para pelajar, Pemkot Tangsel melalui Dinas Perhubungan telah melakukan pemeliharaan intensif terhadap seluruh unit bus sekolah selama masa libur panjang.
Baca Juga:Bara Api Mengubur di Dalam Sampah, BNPB Paksa Satgas Damkar Lembur Hingga Jam 10 Malam
"Seluruh armada telah menjalani uji berkala (KIR) dan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penggantian ban, sistem pengereman, hingga servis mesin secara berkala. Insya Allah, armada kami siap kembali beroperasi melayani para pelajar setiap hari sekolah dengan standar keamanan yang tinggi," ujar Pilar Saga Ichsan di Tangerang, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan data, pelajar yang menggunakan bus sekolah selama setahun mencapai 95 ribu siswa. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya menambah armada secara bertahap agar semakin banyak pelajar yang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Insya Allah ke depan akan terus kami optimalkan dan mudah-mudahan jumlah armada dapat ditambah, baik tahun ini maupun tahun depan, sehingga semakin banyak pelajar yang dapat memanfaatkan layanan ini. Animo masyarakat terhadap bus sekolah gratis sangat tinggi," ujarnya.
Khusus bagi anak berkebutuhan khusus, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan armada khusus yang memungkinkan orang tua mendampingi anak selama perjalanan menuju Sekolah Khusus (SKH).
"Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan ikut mendampingi di dalam bus, karena mereka membutuhkan perhatian khusus. Pengemudi dan kondektur yang bertugas juga kami pertahankan orang yang sama agar memahami karakter anak-anak yang mereka dampingi," kata Pilar.
Baca Juga:Waspada Polisi Gadungan! Kapolres Tangerang Ingatkan Warga Berhak Minta Surat Tugas
Pilar memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengganggu operasional bus sekolah gratis. Ia menyebut Pemkot Tangsel telah melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp400 juta untuk menutup kekurangan biaya operasional akibat penyesuaian harga BBM.
Apabila terjadi perubahan harga BBM di masa mendatang, pemerintah akan kembali melakukan penyesuaian anggaran agar layanan transportasi gratis bagi pelajar tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
"Kami ingin memastikan seluruh anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Itu merupakan komitmen pemerintah," kata dia. [Antara].