- PT Krakatau Bandar Samudera di Cilegon bekerja sama dengan DPD APTRINDO Banten menerapkan digitalisasi monitoring truk angkutan barang.
- Kerja sama ini mengintegrasikan sistem akses serta verifikasi perusahaan angkutan untuk memantau aktivitas truk di kawasan pelabuhan.
- Inovasi digital tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan lalu lintas kendaraan, mempercepat bongkar muat, dan melancarkan distribusi logistik.
SuaraBanten.id - Salah satu pelabuhan di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon yakni, Pelabuhan milik PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) menerapkan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang. Dengan demikian distribusi logistik ditarget lebih lancar.
Menggandeng Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau DPD APTRINDO Banten, penerapan digitalisasi monitoring truk angkutan barang dilakukan di kawasan pelabuhan.
Kerjasama antara keduanya ditandai dengan nota kesepahaman (MoU) yang diteken langsung oleh Direktur Operasi PT Krakatau Bandar Samudera, Aep Dedi Laksana, bersama Ketua DPD APTRINDO Banten, Dede Rohana Putra.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengintegrasikan sistem monitoring elektronik terhadap aktivitas truk angkutan barang yang beroperasi di area PT KBS.
Baca Juga:Raih 11 Medali di POPDA Banten, Taekwondo Cilegon Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov 2026
Direktur Operasi PT Krakatau Bandar Samudera, Aep Dedi Laksana mengatakan, sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lalu lintas kendaraan logistik sekaligus mempercepat proses bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Kata dia, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem pelayanan logistik yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.
"Kerja sama ini mencakup monitoring aktivitas truk angkutan barang yang beroperasi di area PT KBS, koordinasi dalam penerapan sistem akses truk yang terintegrasi dengan sistem monitoring elektronik yang sudah berjalan," kata Aep Dedi Laksana.
MoU tersebut juga mengatur soal pendataan dan verifikasi perusahaan angkutan truk guna mempermudah penerapan sistem akses terintegrasi secara elektronik.
"Penerapan sistem digital tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi seluruh pelaku usaha logistik sekaligus meningkatkan kualitas layanan operasional di lingkungan PT KBS," pungkasnya.
Baca Juga:PAN Cilegon Pasang 8 Formatur di Tingkat DPC, Muscab Digelar Serentak
Sementara itu, Ketua DPD APTRINDO Banten, Dede Rohana Putra, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi monitoring menjadi solusi untuk menciptakan distribusi logistik yang lebih tertata, transparan, dan efisien.
"Kerja sama digitalisasi monitoring truk angkutan barang ini menjadi bentuk kolaborasi antara PT KBS dan DPD APTRINDO Provinsi Banten untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat serta memperlancar distribusi logistik," ujar Dede Rohana Putra.
Selain melakukan monitoring aktivitas truk, kerja sama tersebut juga mencakup koordinasi dalam penerapan sistem akses kendaraan yang terhubung secara elektronik.
"Kedua pihak juga akan melakukan pendataan dan verifikasi perusahaan angkutan yang beroperasi di kawasan PT KBS sebagai bagian dari implementasi sistem digital yang terintegrasi," ungkapnya.
Melalui penerapan sistem monitoring berbasis digital tersebut, PT KBS dan APTRINDO Banten berharap pengelolaan arus kendaraan logistik di kawasan pelabuhan dapat berlangsung lebih efektif, aman, dan akuntabel sehingga mendukung kelancaran rantai pasok di wilayah Banten maupun secara nasional.
Kontributor : Yandi Sofyan