Dua Tersangka Baru Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan Konser Lentera Festival

Mereka, katanya, terbukti memenuhi unsur tindak pidana, antara lain yakni sebagai pelaku provokator dan perusakan atau pembakaran hingga penjarahan fasilitas

Andi Ahmad S
Sabtu, 06 Juli 2024 | 13:10 WIB
Dua Tersangka Baru Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan Konser Lentera Festival
Viral Penonton Konser di Tengerang Ngamuk Bakar Panggung. [Instagram/memomedsos]

SuaraBanten.id - Polres Tangerang berhasil menangkap dua tersangka baru pada kasus penyelenggara konser musik Tangerang Lentera Festival 2024 di Pasar Kemis.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief N Yusuf mengungkapkan, berdasarkan hasil pengembangan dan pemeriksaan oleh tim penyidik telah merujuk terhadap dua orang tersangka baru yakni berinisial SB dan ANH.

Mereka, katanya, terbukti memenuhi unsur tindak pidana, antara lain yakni sebagai pelaku provokator dan perusakan atau pembakaran hingga penjarahan fasilitas panggung milik vendor kegiatan tersebut.

"Tersangka inisial SB sebagai provokator, perusakan beberapa barang dan pengambil barang. Dan inisial ANH sebagai perusakan dan pembakaran beberapa barang milik vendor," terangnya.

Baca Juga:Terbongkar! Aliran Dana Penipuan Konser Lentera Festival 2024 Digunakan untuk Kepentingan Pribadi

Ia menyebutkan, terhadap kedua tersangka baru ini pihaknya menyangkakan dengan Pasal 363 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

"Kita kenakan keduanya dengan Pasal 363 KUHP dan 170 KUHP," ucapnya.

Kendati demikian, dalam peristiwa kasus kerusuhan pada pagelaran konser musik Tangerang Lentera Festival ini total ada sebanyak tiga orang tersangka.

"Semua dari peristiwa yang terjadi pada kerusuhan konser musik itu ada tiga orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka," tuturnya.

Dalam hal ini, kata Arief, pihaknya menangani dua perkara terkait kerusuhan konser musik Tangerang Lentera Festival tersebut.

Baca Juga:Kadis Dukcapil dan Sekmat Menes Diduga Bagikan Atribut Bakal Calon Bupati Pandeglang

Dimana, satu perkara terkait perlindungan konsumen atau penggelapan penipuan oleh ketua penyelenggara dan perkara kerusuhan penonton yang mengakibatkan kerugian materil.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak