SuaraBanten.id - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, pepatah itu cukup menggambarkan apa yang dialami para korban tsunami Banten yang saat ini masih menetap di lokasi Hunian Sementara (Huntara). Belum pulih karena kehilangan harta benda setelah diterjang tsunami, kini mereka harus dihadapkan dengan ujian dahsyatnya dampak virus corona.
Untuk memenuhi kebutuhannya tak jarang mereka harus berbagi rejeki antar warga di Huntara demi menyambung hidup. Apalagi mereka juga harus merasakan bulan Ramadan pertama dengan tinggal Huntara yang penuh dengan kondisi seadanya.
Hal itu diungkapkan Jamal, Ketua Huntara Kampung Pasir Malang, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, sejak covid-19 melanda, penghasilan mereka berkurang dan daya beli masyarakat menurun drastis.
"Pasca tsunami warga Huntara itu belum pulih ekonominya. Allah menguji kembali dengan covid-19, penghasilan berkurang daya beli pun berkurang," ujar Jamal saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (16/5/2020).
Beruntung, budaya berbagi dan kebersamaan terjaga dengan baik sehingga bisa saling berbagi kebutuhan pokok terutama beras, jika salah satu diantara mereka memiliki rejeki. Sehingga tidak ditemukan warga Huntara yang kelaparan di tengah pandemi seperti ini.
"Tapi alhamdulillah ada sebagian warga yang mendapat PKH atau Rasta. Dari sesama tetangga itu lah yang berbagi beras. Misalkan ada saudara yang berkunjung ke Huntara, dapat rezeki terus berbagi beras atau berupa makanan sesama warga," katanya.
"Alhamdulillah kalau kelaparan belum ada semoga saja jangan. Karena sesama tetangga Huntara saling peduli, meskipun makan seadanya," sambungnya.
Saat ditanya apakah warga Huntara mendapatkan bantuan sembako dari Pemkab Pandeglang, pasalnya beberapa waktu mereka sudah menyebar ribuan paket sembako bagi warga yang terdampak covid-19. Jamal mengatakan, sejuah ini belum ada bantuan sembako dari Pemkab Pandeglang.
"Kalau sembako dari pemerintah belum ada, semoga saja Allah memberi kami rezeki," jawabnya.
Menurut Jamal, warga tetap bersyukur kendati sudah setahun lebih mereka menempati Huntara dan menjalankan ibadah puasa pertama di Huntara dengan kondisi seadanya. Untuk itu Pemkab Pandeglang diminta untuk segera merealisasikan Hunian Tetap (Huntap) dan bantuan dampak dari covid-19.
Berita Terkait
-
Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19
-
Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat
-
Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona
-
Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran
-
Pantai Batu Saung Anyer Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025
-
KMP Mutiara Ferindo II Kebakaran, 17 ABK Dievakuasi Tim SAR