Jalan Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Lebak Pedalaman: Kami Merasa Belum Merdeka di Tanah Sendiri

Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pendidikan dan ekonomi lokal.

Andi Ahmad S
Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17 WIB
Jalan Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Lebak Pedalaman: Kami Merasa Belum Merdeka di Tanah Sendiri
Ilustrasi jalan rusak di Kabupaten Lebak Banten [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Warga Desa Kadudamas, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang tiga kilometer yang tidak diperbaiki selama bertahun-tahun.
  • Kondisi jalan rusak parah tersebut menghambat akses mobilitas warga dalam sektor pendidikan, ekonomi, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
  • Masyarakat menuntut Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh sesuai standar kelaikan hingga pertengahan tahun 2026.

SuaraBanten.id - Kekecewaan mendalam tengah dirasakan oleh warga di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Akses jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer di Kampung Padasuka, Desa Kadudamas, Kecamatan Cirinten, dilaporkan mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah daerah.

Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pendidikan dan ekonomi lokal yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.

Berdasarkan pengakuan warga, kerusakan jalan ini telah mencapai level yang membahayakan keselamatan jiwa. Edi, salah seorang warga setempat, menjelaskan betapa sulitnya melintasi jalur tersebut dalam berbagai kondisi cuaca.

Baca Juga:Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks

“Saat kemarau, jalan dipenuhi debu pekat dan batu-batu tajam yang sering merusak ban dan membahayakan pengendara. Di musim hujan kondisinya jauh lebih parah; jalan berubah menjadi becek, licin, dan berlumpur. Sangat berbahaya terutama di bagian jalan yang menurun tajam,” ujar Edi dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Minggu (12/7/2026).

Dampak dari rusaknya jalan di Desa Kadudamas ini meluas ke berbagai sektor vital mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, pekerjaan.

“Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Jalan ini adalah akses utama kami untuk sekolah, bekerja, hingga perdagangan,” tambah Edi.

Masyarakat Desa Kadudamas merasa selama ini suara mereka tidak didengar oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Lebak.

Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, belum ada tanda-tanda alokasi anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.

Baca Juga:Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan

Edi menekankan bahwa warga tidak membutuhkan solusi jangka pendek seperti penambalan lubang secara asal-asalan. Mereka menuntut perbaikan menyeluruh (pengaspalan atau pengecoran) yang sesuai dengan standar kelaikan jalan nasional.

“Semoga pemerintah tidak menutup mata. Kami sangat bergantung pada jalan ini untuk bertahan hidup. Dengan kondisi seperti ini, kami merasa belum merdeka di tanah sendiri,” tegasnya dengan nada getir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak