facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak Suku Baduy Alami Gizi Buruk dan TBC, Kini Dirujuk Relawan ke RSUD Banten

Hairul Alwan Kamis, 07 Juli 2022 | 04:15 WIB

Anak Suku Baduy Alami Gizi Buruk dan TBC, Kini Dirujuk Relawan ke RSUD Banten
ILUSTRASI gizi buruk di (18/6/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Koordinator Relawan Sahabat Indonesia, Muhammad Arif Kirdiat mengungkapkan identitas lengkap anak gizi buruk di Baduy.

SuaraBanten.id - Seorang anak bernama Bohani (7), anak warga suku Baduy yang mengalami gizi buruk dirujuk Relawan Sahabat Indonesia (RSI) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten untuk mendapat perawatan medis lantaran mengidap tifus.

Koordinator Relawan Sahabat Indonesia, Muhammad Arif Kirdiat mengungkapkan identitas lengkap anak gizi buruk di Baduy.

"Pasien gizi buruk itu bernama Bohani (7) warga Kampung Batu Beulah Rt02/Rw 13 Desa Kanekes, Kabupaten Lebak," kata , di Lebak, Rabu.

Saat ini, penderita gizi buruk itu dengan berat badan 11 kilogram dan masuk kategori stunting atau kekerdilan juga sudah beberapa hari terakhir mengalami demam tinggi.

Bohani bahkan semakin parah karena tuberkulosis (TBC), sehingga perlu dilakukan penanganan medis. Mengetahui kondisi tersebut akhirnya merujuk Bohani ke RSUD Banten, karena kondisinya cukup parah.

Baca Juga: Terungkap, Ternyata Penyebab Jalan Cimone Tangerang Diselimuti Asap Karena...

Diketahui, sebelumnya relawan Sahabat Indonesia yang membuka Poskesdes di Nangerang dan Bojongmenteng di perbatasan pemukiman Badui melayani pengobatan.

Sejauh ini, relawan hanya merujuk ke RSUD Banten yang menerima pasien surat keterangan tidak mampu (SKTM), sebab kebanyakan masyarakat Badui tidak memiliki BPJS Mandiri maupun BPJS PBI.

"Kami sangat terbantu kebijakan RSUD Banten yang menerima warga Badui dengan SKTM itu," katanya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini kasus gizi buruk di pemukiman Badui cukup banyak dan sejak enam bulan terakhir ini membawa pasien yang dirujuk ke RSUD Banten sebanyak delapan orang dan dua orang di antaranya balita.

Delapan warga Badui itu mengalami gizi buruk juga mengidap penyakit penyerta TBC.

Pasien yang dirujuk itu tentu atas persetujuan keluarganya yang mengikhlaskan untuk perawatan medis.

"Kami setiap pekan berkeliling ke 56 kampung di kawasan pemukiman Badui untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, " katanya menambahkan.

Ia mengatakan, kehadiran Relawan Sahabat Indonesia sangat diterima oleh masyarakat Badui, termasuk tetua adat Badui Dalam dan tetua jaro pemerintah Desa Kanekes.

Bahkan, dirinya disediakan tempat membuka Poskesdes di perbatasan masyarakat Badui.

"Di Poskesdes terdapat tenaga bidan, medis dan dilengkapi kendaraan ambulans," kata Arif.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cidimeut Kabupaten Lebak Dede Hardiansyah mengapresiasi Relawan Sahabat Indonesia yang melayani pengobatan, pemeriksaan kesehatan hingga merujuk masyarakat Badui ke RSUD Banten.

Namun, rujukan ke RSUD Banten tetap direkomendasi dari Puskesmas Cisimeut.

"Kami sangat bersinergi dengan Relawan Sahabat Indonesia untuk melayani kesehatan di pemukiman Badui," pungkasnya. (ANTARA)

Baca Juga: Siaga Level III, Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus Capai 157 Meter, Warga Diminta Waspada

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait