alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korban Permukiman Warga Baduy Terbakar Dirikan Tenda Dari Terpal Untuk Tempat Tinggal

Hairul Alwan Senin, 18 Oktober 2021 | 16:35 WIB

Korban Permukiman Warga Baduy Terbakar Dirikan Tenda Dari Terpal Untuk Tempat Tinggal
Warga Baduy korban kebakaran membangun tenda dari Bambu dan terpal untuk tempat tinggal sementara, Senin (18/10/2021). [Bantennews.co.id]

Rumah sama isinya ludes semua, jadi untuk sementara bikin tenda seadanya dulu, kata salah satu warga Baduy.

SuaraBanten.id - Belum lama ini permukiman warga Baduy terbakar membuat puluhan massyarakat suku Baduy kehilangan tempat tinggal.

Untuk tempat tinggal sementara, warga Baduy membangun tenda menggunakan tiang bambu dan terpal sebagai atapnya. Tenda tersebut dijadikan tempat tinggal sementara para korban kebakaran.

Diketahui, permukiman warga Baduy terbakar terjadi di Kampung Cepak Huni, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Masyarakat juga sebelumnya sudah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 18 Oktober 2021 Pandeglang-Lebak Banten

Salah satu warga Baduy yang menjadi korban kebakaran,Sardi mengatakan, karena rumahnya sudah tiada, jadi tenda ini sebagai rumah sementara.

“Rumah sama isinya ludes semua, jadi untuk sementara bikin tenda seadanya dulu,” katanya.

Pada tenda juga diisi oleh masing-masing keluarga korban kebakaran. Di dalam tenda warga juga sudah disediakan makanan yang berasal dari bantuan para relawan.

Untuk tempat tidurnya, Sardi membuat amben yang terbuat dari bilah bambu, supaya keluarganya lebih nyaman.

“Buat tidur anak-anak, karena kalau cuma pakai terpal aja kasian. Kedinginan nanti,” katanya.

Baca Juga: Korban Kebakaran di Baduy Tinggal di Pengungsian, Berharap Pemerintah Bangunkan Rumah

Di tempat yang sama, Mukri Ketua RT kampung Cepak Huni mengharapkan semoga ada tim kesehatan di tempat pengungsian ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait