Deddy Corbuzier Soal Teguran Kapolda Metro Jaya Terkait Video Penangkapan Coki: Amazing

Deddy Corbuzier merasa lega diskusinya mengenai video penangkapan Coki Pardede tidak sia-sia.

Hairul Alwan
Rabu, 08 September 2021 | 16:56 WIB
Deddy Corbuzier Soal Teguran Kapolda Metro Jaya Terkait Video Penangkapan Coki: Amazing
Deddy Corbuzier [YouTube: Deddy Corbuzier]

SuaraBanten.id - Deddy Corbuzier angkat suara soal teguran Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran terkait video penangkapan Coki Pardede beredar di media sosial.

Deddy Corbuzier merasa lega diskusinya mengenai video penangkapan Coki Pardede tidak sia-sia.

"YA TUHAN. Diskusi gue didengar @kapoldametrojaya. This is amazing!!! Pak @kapoldametrojaya anda luar biasa!!! Diskusi kita tentang penangkapan @cokipardede666 atau korban korban narkoba lainnya. Tentang video yang diedarkan, tentang jumpa pers dengan senjata laras panjang langsung diubah beliau," tulis Deddy Corbuzier di caption video yang diunggah.

Deddy Corbuzier bahkan mengunggah ulang video saat Kapolda Metro Jaya memberikan beberapa instruksi dalam rapat mingguan jajaran Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Baca Juga:Kenali Ciri-ciri Pengguna Narkoba Berikut, Wajib Tau!

Fadil meminta agar petugas di lapangan tak lagi membuat video penangkapan tersangka kemudian menyebarkannya. Hal ini sebelumnya memang sempat ditanyakan Deddy kepada Fadil saat jadi bintang tamu Podcast.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran [YouTube/Deddy Corbuzier]
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran [YouTube/Deddy Corbuzier]

"Saya lihat video (penangkapan) kemarin viral di media sosial. Disamping itu tidak etis, dia juga merendahkan harkat dan martabat manusia, tidak elok dipandang oleh publik dengan narasi dengan kalimat-kalimat yang merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Fadil dalam instruksinya.

"Siapapun dia, walaupun dia tersangka dia tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hotmati dan hargai," ujarnya lagi.

Hal lain yang juga direspons Fadil adalah terkait penggunaan senjata laras panjang saat konferensi pers. Ya, hal ini juga sempat ditanyakan Deddy di podcast.

"Yang kedua, pada saat press conference atau press release saya minta lebih humanis, kalau bukan bandar, bukan teroris tidak perlu pakai laras panjang, tak usah lagi gagah-gagahan, acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu," ujar Fadil.

Baca Juga:Kemoterapi Akibat Kanker, Ari Lasso Takut Botak

Video Coki Pardede saat ditangkap polisi terkait kasus narkoba memang sempat viral di media sosial. Di situ juga terdengar petugas menyinggung soal video porno gay.

Atas instruksi tersebut, Deddy angkat topi buat Fadil sebagai Kapolda Metro Jaya. Dia pun berharap podcast miliknya bisa mengubah hal-hal lain di Indonesia menjadi lebih baik.

"Ur amazing!! Thank u!! And hopefully my podcast will change this country to be better in my own way.. With people like you!!!" tulis Deddy Corbuzier.

Video Coki Pardede saat ditangkap polisi terkait kasus narkoba memang sempat viral di media sosial. Di situ juga terdengar petugas menyinggung soal video porno gay.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak