Gambar baliho promosi yang digunakan dinilai banyak dikonotasikan secara negatif di media sosial kepada aparat Pemerintah.
Meski demikian, Rizqa Rahman yang merupakan sang pemilik menjelaskan bahwa maksud kalimat itu sebenarnya justru memberikan keistimewaan kepada Presiden.
“(maksudnya kecuali Jokowi) kalau Pak Jokowi mau beli, saya gratiskan, tidak usah beli satu gratis satu,” dalihmya saat dihubungi melalui telepon.
Setelah mendapat teguran dan dilakukan pemeriksaan oleh polisi, pemilik akhirnya memutuskan untuk mencopot baliho promo tersebut.
Baca Juga:Ferdinand Semprot Jusuf Kalla Soal Usulan Lockdown: Pilihan Asal Bicara
Hal itu dilakukan untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat yang saat ini memang super sensitif.
“Penurunan baliho dilakukan sendiri tanpa paksaan karena ditakutkan meresahkan atau timbul statemen yang berbeda dari tujuan awal promosi,” ujar sang pemilik.
“Saya juga minta maaf kepada masyarakat jika pemasangan spanduk kemarin meresahkan,” tandasnya.
Di sisi lain, Camat Tarogong Kidul, Doni Rukmana, membenarkan jajaran Forkopimcam Kecamatan Tarogong Kidul memang sempat mendatangi kedai tersebut terkait baliho promosi yang dipasang.
Dalam komunikasi yang dilakukan, pihaknya mempersilakan yang bersangkutan untuk membuat promo usaha, tetapi Doni menyarankan agar sebaiknya isi dari baliho yang viral itu dilakukan perubahan.
Baca Juga:Ogah Divaksin Gegara Hoaks Vaksin Sebabkan Kematian, Aparat Desa Rela Ngundurin Diri
“Pemilik kooperatif, baliho diturunkan sendiri,” jelas Doni saat dihubungi melalui telpon.