Berawal dari menanam anggur menggunakan polibag yang dilakulan melalui swadaya, kini warga Neglasari memiliki kampung tematik bernama Kampung Anggur Sari di tanah seluas tujuh ribu meter.
Kampung Anggur Sari merupakan tindak lanjut dari program pemerintah terkait kampung tematik berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kini, warga setempat pun telah terbiasa bercocok tanam di pekarangan rumah dengan memanfaatkan lorong-lorong kampung sebagai lahan untuk bercocok tanam.
Selain anggur, warga juga menanam 27 jenis sayuran dan buah, seperti pisang, cabai, labu dan terong. Bahkan, mulai melakukan inovasi dengan mengajak warga menanam padi dalam ember.
Baca Juga:Pariwisata Pasca-Pandemi, Kota Solo Kembangkan Wisata Olahraga
Sebutan Berendeng diambil dari lokasinya sebagai penghubung kedua wilayah. Yaitu wilayah Benteng Makasar di kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di kecamatan Karawaci. Karena itulah jembatan ini juga pantas disebut sebagai jembatan yang menyatukan.
Yang bikin kekinian banget dari jembatan ini, yaitu flying deck yang terbuat dari kaca sehingga menyerupai karpet transparan yang memperlihatkan langsung sungai Cisadane.
Beranda terbang ini memang sengaja dibuat biar wisatawan bisa berselfie ria dengan bagus. Karena salah satu alasan utama dibangunnya jembatan ini memang diperuntukkan supaya bisa dinikmati oara wisatawan. Setiap tanggal merah dan Sabtu sore hingga Minggu sore jembatan ini akan dikhususkan untuk car free day sekaligus lokasi rekreasi.
Baca Juga:Daftar Tempat Wisata di Bali: Pantai Kuta hingga Seminyak
Pemerintah Kota Tangerang terus memaksimalkan keberadaan Sungai Cisadane sebagai sarana obyek wisata. Bila selama ini sepanjang sungai di Jalan Benteng Jaya maupun Jalan Berhias, Gerendeng telah dibangun jogging track lengkap dengan sarana bermain anak, maka di Jalan Kali Pasir, kini terlihat lebih cantik dengan dibangunnya flying deck.