alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Munarman Dituding Berencana Ledakan Bom Saat Pesidangan HRS, Faktanya?

Hairul Alwan Senin, 05 April 2021 | 08:16 WIB

Munarman Dituding Berencana Ledakan Bom Saat Pesidangan HRS, Faktanya?
Denny Siregar sebut FPI butuh tokoh sentral seperti Habib Rizieq untuk tarik donatur (Youtube/2045TV)

Denny Siregar menuliskan laskar jihad FPI bentukan Munarman saat ini tetap menyala. Dalam tulisan itu, ia bahkan membeberkan laskar jihad merencanakan serangan militan.

SuaraBanten.id - Pegiat Media Sosial Denny Siregar menuding pengacara HRS alias Habib Rizieq Shihab, Munarman mau ledakan bom saat sidang Habib Rizieq Shihab.

Denny Siregar menyebut Munarman punya keterkaitan dengan aksi terorisme yang belakangan menjadi sorotan publik.

Tuduhan terhadap Munarman itu diungkapkan diungkapkan Denny Siregar melalui situs pribadinya dennysiregar.id

Denny Siregar menuliskan laskar jihad FPI bentukan Munarman saat ini tetap menyala. Dalam tulisan itu Denny Siregar bahkan membeberkan laskar jihad merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

Baca Juga: Puluhan Mantan Teroris Berkumpul di Pandeglang, Apa Tujuan Mereka?

Denny menyebut peran Munarman adalah membuat sidang Habib Rizieq agar digelar secara offline.

Pasca Rizieq dipenjara dan 6 orang laskar FPI mati ditembak polisi, hampir semua personel FPI tiarap. Simpatisan yang biasa kumpul di Petamburan, pulang ke rumah. Mereka tidak mau terseret-seret situasi yang semakin panas..

Tetapi laskar jihad FPI bentukan Munarman tetap menyala. Mereka merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

Husein al Hasny, seorang warga keturunan Arab yang tinggal di Condet Jakarta mengumpulkan beberapa personil FPI yang masih punya nyali. Hasny pangkatnya di FPI adalah Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia juragan tanah dan punya beberapa ruko di Condet yang dia sewakan.

Perintah dari "atas" keluar, "Bikin kerusuhan.."

Baca Juga: Mantan Terpidana Teroris Ungkap Ciri Fisik dan Pemikiran Terduga Teroris

Hasny kemudian menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul. Mereka membangun rencana untuk menyerang saat sidang Rizieq di Pengadilan. Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait