alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Mantan Teroris Berkumpul di Pandeglang, Apa Tujuan Mereka?

Hairul Alwan Minggu, 04 April 2021 | 07:10 WIB

Puluhan Mantan Teroris Berkumpul di Pandeglang, Apa Tujuan Mereka?
Mantan tersangka teroris mengomentari aksi terorisme yang belakangan terjadi (BantenNews.co.id)

Aksi teror yang dilakukan mereka tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat, karena jika sudah dilandasi dengan ilmu yang baik kita tidak akan sesat, ungkap Zaenal

SuaraBanten.id - Puluhan Narapidana kasus terorisme atau mantan tersangka teroris asal Pandeglang berkumpul.

Mereka turut angkat bicara terkait aksi terorisme yang belakangan terjadi di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri.

Mantan tersangka teroris asal Pandeglang, Zaenal Mutakin mengatakan, ia dan 20 orang mantan tersangka teroris berkumpul membentuk Ring Perdamaian Banten.

Yayasan tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai aksi-aksi teror yang mengatasnakamakan agama yang meresahkan banyak orang.

Baca Juga: Geger Buku Teror Intelijen Ditemukan di Gereja BPIB Effatha, Ibadah Buyar

Zaenal turut angkat bicara terkait aksi terorisme yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Zaenal menyebut, aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia oleh kelompok jaringan teroris yang melibatkan perempuan dan anak-anak merupakan aksi yang konyol dan bodoh.

Pria yang kini menajabat Ketua Ring Perdamaian Banten itu mengatakan, dengan membawa-bawa ajaran Islam dalam melakukan aksi teror, itu sama sekali tidak dibenarkan.

Sebab menurut Zaenal Islam itu damai dan islam itu tidak arogan.

“Aksi teror yang dilakukan oleh mereka tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat karena jika sudah dilandasi dengan ilmu yang baik kita tidak akan sesat,” ungkap Zaenal, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga: Surat Wasiat ZA, Yusuf Dumdum: Akibat Ceramah Tersangka Chat Mesum

Pria yang pernah terlibat aksi terorisme pada 2009 lalu akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya tidak sejalan dengan pemerintah dan syariat Islam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait