Harga Kedelai Tinggi di Serang, Perajin Tahu dan Tempe Datangi Kantor Pemda

Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kota Serang melakukan audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten.

M. Reza Sulaiman
Selasa, 05 Januari 2021 | 23:20 WIB
Harga Kedelai Tinggi di Serang, Perajin Tahu dan Tempe Datangi Kantor Pemda
Pekerja memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraBanten.id - Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kota Serang melakukan audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. Hal itu dilakukan karena harga kedelai impor mengalami kenaikan.

"Audiensi ini, Kopti Kota Serang mewakili Banten meminta di jembatani ke pemerintah pusat agar Disperindag Banten bisa bantu. Kita memohon agar disediakan bahan baku subsidi," kata Ketua Kopti Kota Serang, Redi Kurniady usai audiensi di Kantor Disperindag Banten, Selasa (5/1/2021).

Redi mengatakan, melonjaknya harga kedelai yang tinggi, sebetulnya pengrajin tahu tempe berproduksi bukan hanya mencari keuntungan, namun untuk mempertahankan market pasar dan menjaga karyawan agar tetap bekerja.

"Kita semua ingin mempertahankan market pasar. Dan juga ingin menjaga karyawan agar tetap bekerja. Dan saat ini produksi sudah berjalan kembali, namun sekarang penyesuaian harga di pasar, kita sudah sosialisasikan ke pedagang ada kenaikan," jelasnya.

Baca Juga:Rumah Masiah Nyaris Roboh, Lurah Batusari: Saya Baru 2 Hari Menjabat

Ditempat sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, harga kedelai impor mengalami kenaikan harga sejak Oktober 2020 hingga januari 2021. Kenaikan ini, kata Babar melampaui harga acuan uang yang ditetapkan Kementrian perdagangan.

"Kalo dari harga acuan Rp 6800 per kilo gram, perhari ini kami pantau di pasar harga kedelai rata rata Rp 10250 per kilo gram. Ini sangat membebani para pengrajin tahu tempe," jelas Babar.

Lanjut Babar, berdasarkan dari Kementrian perdagangan mengeluarkan rilis, sebetulnya stok kedelai nasional aman sampai 3 bulan kedepan. Namun kenapa bisa melonjak harga kedelai.

"Nanti kami segera ke Jakarta, minta mohon kebijakan kedepan dalam bentuk subsidi harga dan ada kepastian. Karena kasian kalo berhenti produksi nanti tambah PHK, ini yang kita hindari. nanti juga kami kordinasi dengan satgas pangan," jelasnya.

Minimal jangka pendek ada solusi, sambungnya, jangan sampai berhenti produksi, karena kalo dipaksakan nanti menaikin harga jual membebani konsumen.

"Apalagi ini saat ini pandemi covid 19 kebutuhan protein tinggi jangan sampai harga melambung," tutup Babar seraya mengakhiri wawancara.

Baca Juga:Mantan Kacab Bank BJB Tangerang Ditangkap Kasih Kredit Fiktif Rp 1,06 M

Kontributor : Feby Sahri Purnama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak