Dia menuturkan pihaknya menyerahkan persoalan itu kepada Bawaslu.
"Sudah biasa. Kita serahkan saja terkait itu ke Bawaslu (untuk kebenarannya)," tuturnya.
Saat ini yang terpenting, Saras melanjutkan, pihaknya fokus mengawal setiap warga Tangsel untuk mendapatkan hak suaranya.
"Mari warga Tangsel datang ke TPS gunakan hak suaranya untuk Pilkada 2020," paparnya.
Baca Juga:Pilkada Tangsel: Muhamad Kehujanan Nyoblos di TPS 29, Saras Dipayungi
![Calon Wakil Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kiri), mendampingi calon Wali Kota Tangsel Muhamad (tengah), usai pencoblosan Pilkada Tangsel di TPS 29, Kelurahan Ciputat, Rabu (9/12/2020). [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/09/99757-paslon-nomor-urut-1-pilkada-tangsel-muhamad-dan-rahayu-saraswati-djojohadikusumo.jpg)
Disisipi Dalam Pembagian Masker
Sebelumnya, Reza Ahmad mengklaim timnya banyak menemukan pelanggaran Pilkada 2020 di lapangan.
Tim Benyamin-Pilar melaporkan sedikitnya ada tiga laporan dugaan pelanggaran yang diterima tim di lapangan.
Temuan itu telah dilaporkan ke pihak Bawaslu Tangsel.
"Pertama penanyangan iklan kampanye di masa tenang, berisi ajakan dan imbauan untuk memilih paslon tertentu. Kedua pelanggaran iklan di YouTube untuk memilih pasangan nomor 1, dan terakhir dugaan politik uang," ungkap Reza, Senin (7/12/2020) sore.
Baca Juga:Sempat Pose 3 Jari, Walkot Tangsel Airin: Bakal Dipanggil Panwas Gak Yah?
Terkait dugaan politik uang, pihaknya mengaku menemukannya di sejumlah tempat, seperti Legoso, Setu, dan wilayah Ciputat Timur.