Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Tangerang Hindari Kawasan Ini, Ada Ribuan Massa dan Aparat TNI/Polri

M Nurhadi Kamis, 08 Oktober 2020 | 15:46 WIB

Warga Tangerang Hindari Kawasan Ini, Ada Ribuan Massa dan Aparat TNI/Polri
Keadaan di Jalan Raya Serang KM 11,5 Tim gabungan TNI/Polri menghadang massa buruh yang hendak ke Jakarta, Kamis (8/10/2020). [Suara.com/Ridsha]

Kekinian, ribuan buruh tersebut nampak beristirahat di jalan menunggu blokade dari aparat gabungan dibuka.

SuaraBanten.id - Jalan Raya Serang KM 11,5, Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang ditutup disebabkan adanya massa buruh yang hendak melakukan unjuk rasa di gedung DPR RI di Jakarta.

Pantauan Suara.com di lokasi, semula ribuan buruh tersebut berangkat dari gerbang kawasan Cikupa, sejak pukul 11.30 WIB tadi.

Mereka berkonvoi dengan kendaraan sepeda motor berbagai jenis. Mereka mengenakan seragam biru-putih dengan tulisan FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia).

Massa sempat dihadang polisi di kawasan Cikupa dengan menutup jalan. Namun hal itu tidak berselang lama. Buruh memaksa jalan hingga portal dibuka. 

Ribuan buruh itu langsung tancap gas menuju kawasan Bitung. Namun, sesampainya di Jalan Raya Serang KM 11,5 tim gabungan Polisi-TNI ternyata sudah menghadang. 

Kekinian, ribuan buruh tersebut nampak beristirahat di jalan menunggu blokade dari aparat gabungan dibuka. Namun tidak hanya buruh, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) juga berada di lokasi. 

Dampaknya, kini Jalan Raya Serang menuju perbatasan Tangerang Raya lumpuh. Tidak ada satupun kendaraan yang diperbolehkan melintas. 

Aparat brimob dengan peralatan lengkap beserta mobil water canon disiagakan. MEski demikian, saat ini situasi terpantau kondusif.

Sebelumnya, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan,  pihaknya sudah menerjunkan 900 personel gabungan untuk menghalau massa ke Jakarta. 

"Untuk menjaga situasi tetap terkendali di wilayah hukum polresta Tangerang kami menerjunkan 900 personel aparat gabungan," tutupnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait