Misteri Bau Menyengat di Kali Serpong Terjawab, Ini Penyebabnya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menyebutkan bahwa dugaan cemaran tersebut berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di Taman Tekno.

Andi Ahmad S
Senin, 09 Februari 2026 | 19:01 WIB
Misteri Bau Menyengat di Kali Serpong Terjawab, Ini Penyebabnya
Kondiai aliran kali di kawasan Serpong diduga tercemar limbah industri ANTARA/HO-Net
Baca 10 detik
  • Pencemaran kali di Serpong disebabkan kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di Taman Tekno.
  • Cairan kimia terbawa air saat petugas pemadam melakukan penyemprotan pada lokasi kebakaran gudang tersebut.
  • Dampak pencemaran terlihat dari air kali berubah warna, berbau menyengat, dan ikan mati mengambang.

SuaraBanten.id - Misteri pencemaran aliran kali di Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang sempat membuat geger warga dengan bau tak sedap dan air berbusa, kini mulai terkuak penyebabnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menyebutkan bahwa dugaan cemaran tersebut berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu, yang mengalami kebakaran.

Tragedi kebakaran limbah B3 ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak lingkungan serius.

Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman, menyampaikan bahwa hasil penelusuran lapangan menemukan adanya sumber pencemaran yang berasal dari cairan kimia.

Baca Juga:Sungai di Serpong Berbusa dan Berbau Tajam, Diduga Tercemar Limbah Kimia Industri

"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran," ucapnya, Senin (9/2/2026).

Menurut Hadiman, cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida yang terbakar. Saat gudang itu dilalap api, sejumlah bahan kimia tersebut dilakukan penyemprotan oleh petugas Damkar dan kemudian tersebar ke bantaran kali.

"Akibatnya bahan cairan kimia terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. Jadi dia (lokasi yang kebakaran) enggak ada produksi," terangnya.

Dampak dari pencemaran pestisida ini sangat nyata. Kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Yang lebih memprihatinkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.

Warga setempat, seperti Nur (48), sebelumnya sudah mengeluhkan kondisi ini.

Baca Juga:Liburan Asyik Dekat Jakarta! 4 Rekomendasi Wisata di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan

"Baunya menyengat, tampak juga berbusa. Ini tidak tahu asalnya dari mana?" kata Nur.

Ia menyampaikan, aliran air yang tepat di jembatan anak Sungai Cisadane dekat perumahan Delatinos juga berubah warna dan berbusa.

"Bau kayak minyak tanah atau bensin gitu," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin, menyampaikan bahwa kondisi kebakaran di gudang" tersebut kini telah dapat tertangani.

"Untuk api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini