Syarat Masuk Sampah Tangsel ke Cilowong: Warga Minta CSR Rp1 Miliar dan Ambulans

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memastikan bahwa impor sampah dari wilayah elit Tangsel ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong tetap berlanjut.

Andi Ahmad S
Jum'at, 23 Januari 2026 | 22:24 WIB
Syarat Masuk Sampah Tangsel ke Cilowong: Warga Minta CSR Rp1 Miliar dan Ambulans
Mahasiswa membuang sampah saat aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (8/1/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc]
Baca 10 detik

Kerja sama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPSA Cilowong (Kota Serang) tetap berlanjut dan telah berjalan normal setelah sempat melalui tahap evaluasi teknis. Program ini dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat serta menjadi sumber retribusi bagi daerah penerima.

Keberlanjutan operasional ini didasari oleh persetujuan warga setempat dengan syarat-syarat ketat yang tertuang dalam berita acara. Pemerintah telah mulai memenuhi tuntutan masyarakat, seperti penyediaan ambulans dan pengaturan jadwal pengangkutan yang lebih tertib untuk meminimalisir gangguan.

Warga mengajukan sejumlah tuntutan finansial dan teknis sebagai syarat mutlak, di antaranya dana CSR senilai miliaran rupiah untuk pembangunan sarana ibadah serta standardisasi armada pengangkut. Truk sampah diwajibkan dalam kondisi layak, menggunakan terpal yang baik, dan memiliki penampung air lindi agar tidak mencemari lingkungan selama perjalanan.

SuaraBanten.id - Polemik pengelolaan sampah lintas daerah yang sempat memanas antara Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Serang akhirnya menemui titik temu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memastikan bahwa impor sampah dari wilayah elit Tangsel ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong tetap berlanjut.

Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian negosiasi alot yang berujung pada disepakatinya sejumlah persyaratan krusial dari warga terdampak.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menepis isu bahwa sempat terjadi penolakan total dari warga. Menurutnya, jeda operasional kemarin hanyalah mekanisme teknis biasa.

Baca Juga:Piring Nasi Terancam! Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam Puso, Petani Hanya Bisa Pasrah

"Bukan dihentikan sementara, tapi evaluasi selama satu hingga dua hari saja. Saat ini aktivitas pengiriman sudah kembali berjalan normal hampir dua pekan terakhir," ujar Farach, dilansir dari Antara, Jumat 23 Januari 2026.

Agar tidak mengganggu kenyamanan warga lokal dan menghindari kemacetan di siang hari, DLH menerapkan strategi pengaturan jam operasional yang ketat. Farach menjelaskan bahwa pihaknya telah memisahkan jadwal kedatangan truk sampah antar-daerah.

Sampah kiriman dari Tangsel dijadwalkan masuk pada malam hari, sementara sampah lokal dari Kabupaten Serang dijadwalkan masuk pada pagi hari.

Pembagian waktu ini diharapkan dapat meminimalisir bau tidak sedap dan penumpukan antrean truk di jalur pemukiman warga Kecamatan Taktakan.

Farach juga menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat serta skema retribusi daerah yang menguntungkan kas daerah.

Baca Juga:Pengeroyok Staf KLH dan Wartawan di Serang Divonis 7 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Ketua Paguyuban Masyarakat Jakung Bersatu, Ansori, menegaskan bahwa persetujuan warga disertai dengan catatan tebal yang tertuang resmi dalam berita acara.

"Masyarakat menyetujui pengiriman sampah, tapi dengan banyak catatan. Poin-poin tersebut menjadi pedoman yang harus dipenuhi pemerintah," kata Ansori dengan tegas.

Warga menuntut kompensasi nyata, bukan sekadar janji manis. Berikut adalah daftar tuntutan "mahal" yang harus dipenuhi agar truk sampah Tangsel boleh melintas:

Dana CSR Jumbo: Warga meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kabupaten Serang sebesar Rp250 juta, dan angka fantastis dari Tangsel sebesar Rp1 miliar.

Dana ini dialokasikan khusus untuk pembangunan sarana ibadah seperti masjid dan musala di sekitar TPSA.

Fasilitas Kesehatan: Penyediaan armada ambulans siaga untuk warga terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak