Lewat Konvensi Nasional Media Massa, Komdigi Tekankan Peran Strategis Pers di Era AI

Pers di era AI butuh info cepat & tepat, waspadai disinformasi. Kominfo jaga kebebasan & tanggung jawab pers. AI ubah produksi info, tantang ekosistem media.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 10 Februari 2026 | 16:00 WIB
Lewat Konvensi Nasional Media Massa, Komdigi Tekankan Peran Strategis Pers di Era AI
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid dalam acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang bertema "Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik" di Hotel Aston Serang. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan pers hadapi tantangan informasi cepat dan tepat di era AI.
  • Pemerintah menjaga kebebasan pers sambil bertanggung jawab melindungi publik dari informasi tidak benar.
  • Acara Hari Pers Nasional 2026 menyoroti disrupsi digital ganda, yaitu internet dan kemunculan teknologi AI.

SuaraBanten.id - Perkembangan teknologi digital terutama Artificial Intelligence (AI) membuat pers Indonesia berada di satu fase penting dalam perjalanannya dengan tantangan yang tidak mudah, karena saat ini masyarakat tidak hanya butuh informasi yang cepat namun juga tepat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid dalam acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang bertema "Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik" di Hotel Aston Serang.

"Kata tepat di sini menjadi sangat kontekstual dengan era saat ini, dimana disinformasi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," kata dia dalam rilis yang diterima, Selasa (10/2/2026).

Meutya juga menyampaikan bahwa Komdigi tetap berada di garda terdepan untuk menjaga kebebasan berekspresi, dan kebebasan pers, namun juga tetap bertanggung jawab. Karena pada prinsipnya selain memberikan informasi, pers juga memiliki tugas untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari informasi yang tidak benar.

Baca Juga:Konsumsi Susu RI Rendah, Media Diminta Berperan Lewat Anugerah Jurnalistik 2026

"Jadi ada beberapa hal yang kita tegakkan khususnya di ranah digital yang terkait dengan AI, itu justru untuk memberikan keluangan atau kelonggaran untuk pers bisa berkarya, dan karyanya bisa didengarkan, dibaca, dan dinikmati oleh masyarakat," ujar Meutya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengatakan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi.

Menurutnya, perkembangan teknologi ini mempercepat dan memperbesar volume informasi, namun berisiko disinformasi, manipulasi fakta, dan erosi kepercayaan publik juga semakin nyata.

Senada dengan Deden, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat juga menyampaikan bahwa saat ini kita berada pada situasi disrupsi digital, namun hal ini merupakan rantai peradaban itu sendiri. Situasi ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga fenomena global.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Pers yang dibacakan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, yang didampingi oleh Ketua PWI Pusat, Ketua Umum SMSI, Ketua Umum ATVLI, Ketua Umum ATVSI, Ketua Umum JMSI, Ketua Umum PRSSNI, Ketua Umum SPS, dan Ketua Umum AMSI.

Baca Juga:Polda Banten Sebut Pelajar Rentan Terpapar Paham Radikal Lewat Media Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengawali sesi pemaparan dengan menyampaikan bahwa industri media Indonesia diterpa oleh dua kali disrupsi yang signifikan.

Yang pertama disrupsi internet yang membuat media-media tradisional bermigrasi ke digital. Lalu yang kedua adalah disrupsi teknologi baru seperti Artificial Intelligence.

Menurutnya, masa depan jurnalisme bukan lagi sebuah ketakutan bahwa wartawan akan digantikan oleh AI, tetapi bahwa teknologi seperti AI akan menguras semua sumber daya yang ada di ekosistem media yang memproduksi jurnalisme berkualitas.

Selain Nezar, acara ini juga menghadirkan Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi, Kementerian PPN/Bappenas, Nuzula Anggeraini; Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi; Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital, Suprapto Sastro Atmojo; Wakil Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, Neil Tobing; Ketua Bidang Pendidikan, PWI Pusat, Agus Sudibyo; dan Google News Partner Manager, Yos Kusuma.

Acara yang diselenggarakan sebagai rangkaian Hari Pers Nasional 2026 ini dihadiri para pemangku kepentingan dari regulator, insan pers, asosiasi industri, hingga perwakilan platform digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak