Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kakek 64 Tahun di Pandeglang Cabuli Gadis Disabilitas di Tengah Sawah

M Nurhadi Selasa, 06 Oktober 2020 | 15:38 WIB

Kakek 64 Tahun di Pandeglang Cabuli Gadis Disabilitas di Tengah Sawah
Pelaku pencabulan terhadap anak disabilitas saat diamankan pihak kepolisian (Foto : Dok Satreskrim Polres Pandeglang)

"Pelaku melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak satu kali di saung tengah sawah," kata Dasep.

SuaraBanten.id - Seorang Kakek berinisial S (64) di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang diamankan pihak kepolisian karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak disabilitas yang berusia 15 tahun. Korban diketahui masih duduk di kelas 3 SMPLB.

Kelapa Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang, Ipda Dasep Dudi Rahmat mengatakan, pelaku merupakan tetangga korban.

Ia juga menyampaikan, pelaku melakukan tindakan bejatnya di tengah sawah sebanyak satu kali.

"Pelaku dengan korban tidak memiliki hubungan keluarga hanya saja tetangga dengan pelaku dan pelaku melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak satu kali di saung tengah sawah," kata Dasep saat dikonfirmasi suarabanten.id, Selasa (6/10/2020).

Aksi bejat kakek ini terbongkar usai keluarga korban mendengarkan penjelasan dari korban. Tak butuh waktu lama, kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian pada 09 September 2020. 

Menerima laporan dari keluarga korban, jajaran PPA Satreskrim Polres Pandeglang berhasil mengamankan pelaku pada Senin (6/10/2020) kemarin di Kecamatan Terate, Kabupaten Serang

"Setelah tim kami Unit PPA menggerebek rumah milik anak dari tersangka di Kragilan, Kabupaten Serang, namun tersangka tidak ditemukan, kemudian kami diantar oleh seoraang dan mengantar anggota ke salah satu tempat tersangka dan menyerahkan tersangka kepada Unit PPA untuk proses penyidikan lebih lanjut," terang Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP M Nandar.

Untuk melampiaskan aksi bejatnya, Nandar melanjutkan, pelaku membujuk korban  untuk menuruti kemauannya dengan imbalan uang Rp5 ribu. 

Tidak cukup hanya itu, pelaku juga mengancam membunuh korban jika menceritakan aksinya kepada orang lain.

"Pelaku juga mengancam akan membunuh korban apabila menceritakan perbuatannya tersebut kepada orang lain," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait