Korban Banjir Bandang Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Jembatan itu menggunakan bambu serta tali seling dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki

Bangun Santoso
Selasa, 14 Januari 2020 | 08:19 WIB
Korban Banjir Bandang Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat
Jembatan darurat akibat banjir bandang di Kabupaten Lebak. (Foto: Antara)

SuaraBanten.id - Para korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sukarame, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten membangun jembatan darurat secara gotong royong.

"Kita berharap pembangunan jembatan itu rampung Kamis (16/1) dan bisa dilintasi masyarakat setempat," kata Nana Mulyana, seorang tokoh warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Selasa (14/1/2020).

Dia memperkirakan pengguna jembatan darurat yang menghubungkan antardesa itu, bisa mencapai ribuan orang per hari.

Kondisi jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua, namun masyarakat bisa menitipkan sepeda motor miliknya di lokasi yang sudah disediakan sebelum melewati jembatan itu.

Baca Juga:Kisah Warga Lebak Makan Umbi Saat Mengungsi di Hutan Usai Longsor Menerjang

Jembatan itu menggunakan bambu serta tali seling dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki.

"Namun, untuk sementara, warga yang akan menyeberang bisa menggunakan perahu karet sambil menunggu pembangunan jembatan darurat rampung," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Menurut dia, jembatan tersebut untuk mempermudah jarak tempuh warga. Kondisi wilayah setempat berupa perbukitan dan pegunungan.

Jembatan di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira itu, strategis untuk menopang perekonomian, pendidikan, kesehatan masyarakat setempat.

Selain itu, kata dia, sebagai infrastruktur warga yang hendak memenuhi berbagai keperluan pemerintahan, seperti mengurus kartu keluarga ke kantor kecamatan maupun berbelanja ke Rangkasbitung.

Baca Juga:Bupati Iti Jayabaya Target 3 Bulan Bangun Jembatan Rusak di Lebak

Pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan pekan lalu secara gotong royong warga setempat itu, dipastikan rampung pada Kamis (16/1).

"Kami berharap pembangunan jembatan darurat bisa bertahan satu tahun ke depan, karena lokasi itu tidak bisa dibangun jembatan permanen,sebab masuk daerah proyek Waduk Karian," katanya.

Sejumlah masyarakat Desa Sukarame mengatakan pembangunan jembatan darurat itu membantu korban banjir bandang dan longsor memenuhi berbagai kebutuhan.

Bencana alam beberapa waktu lalu itu, telah mengakibatkan pemukiman warga rusak berat, sebagian rumah hanyut, dan beberapa infrastruktur rusak.

"Kami satu-satunya bisa keluar daerah melintasi jembatan darurat ini, karena jika melintasi jalan lain cukup jauh juga melintasi pegunungan dan perbukitan," kata Agus, seorang warga Desa Sukarame.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak