Kisah Warga Lebak Makan Umbi Saat Mengungsi di Hutan Usai Longsor Menerjang

Selama di hutan, Asih dan warga lainnya memang mendapat pasokan bantuan yang dikirim melalui jalur udara. Namun tak jarang, Ujang memakan umbi-umbian seperti singkong.

Chandra Iswinarno
Senin, 13 Januari 2020 | 20:06 WIB
Kisah Warga Lebak Makan Umbi Saat Mengungsi di Hutan Usai Longsor Menerjang
Longsor di Lebak (Antara)

SuaraBanten.id - Asih (25) dan Ujang (25) serta anaknya yang masih berusia 4 tahun merupakan satu dari ratusan keluarga yang kini tinggal di barak Dodiklatpur Rindam III Siliwangi, Ciuyah, Kabupaten Lebak. Mereka mengungsi setelah longsor menerjang perkampungan dan merusak rumah warga lainnya pada Rabu (1/1/2020) lalu.

Saat berbincang dengan Suara.com, Ujang dan Asih mengaku sudah sepekan tinggal di barak prajurit TNI bersama ratusan warga yang kebanyakan merupakan warga Cigobang, Kecamatan Lebakgedong. Total ada sebanyak 655 jiwa yang ditempatkan di sembilan barak.

Rumah Asih yang terbuat dari kayu dan bambu memang tidak ambruk seperti beberapa rumah warga lainnya, namun longsor yang menerjang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut membuat tempat tinggalnya rusak dan butuh perbaikan untuk bisa ditempati kembali.

"Rumah panggung. Kondisinya tidak ambruk, tapi sudah tidak mungkin bisa ditempati, harus diperbaiki," kata Asih.

Baca Juga:Miris! Semua Pelajar di Desa Lebak Ini Tak Bisa sekolah karena Terisolir

Sebelum berada di tempat pengungsian, Ujang bersama istri dan anaknya mengungsi di Hutan Cibanong dengan ratusan warga lainnya dengan mendirikan tenda dari bahan-bahan seadanya.

"Kejar-kejaran sama longsor, pas mau siang kami mulai naik ke hutan jalan kaki sekitar dua jam lah. Bikin tenda ya dari bahan-bahan seadanya aja, tanpa listrik selama tiga hari di sana," tuturnya.

Asih warga Lebakgedong trauma dan takut longsor kembali terjadi. [Suara.com/Deni]
Asih warga Lebakgedong trauma dan takut longsor kembali terjadi. [Suara.com/Deni Tarudin]

Selama di hutan, Asih dan warga lainnya memang mendapat pasokan bantuan yang dikirim melalui jalur udara. Namun tak jarang, Ujang memakan umbi-umbian seperti singkong dan yang lainnya.

"Hujan terus, kepikiran juga takut-takut ada longsor susulan. Kasihan sama anak, namanya tinggal di tenda seadanya pasti dingin," ucapnya.

Tiga hari berada di tenda pengungsian dan melihat langsung bagaimana material longsor merusak perkampungannya membuat Asih masih diselimuti ketakutan dan trauma akan bencana serupa terjadi kembali. Mereka berharap, pemerintah bisa mencarikan tempat baru yang lebih aman.

Baca Juga:Warga Lebak Diminta Waspada Banjir dan Longsor Susulan Pekan Ini

"Takut dan pasti selalu keingetan. Harapannya bisa tinggal yang tenang tidak takut longsor seperti di sana," imbuhnya.

Kontributor : Deni Tarudin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak