Banjir Bandang di Lebak Putus 20 Jembatan dan Jalan

Bangun Santoso
Banjir Bandang di Lebak Putus 20 Jembatan dan Jalan
Lokasi bencana di kawasan Lebak Gedong Kabupaten Lebak pada Rabu (1/1/2020). [Suara.com/Yandhi Deslatama]

Akibat banjir Lebak sedikitnya 2.167 rumah warga terendam

SuaraBanten.id - Banjir bandang yang melanda wilayah Lebak, Provinsi Banten merusak infrastruktur di 6 kecamatan. Kecamatan Cipanas merupakan wilayah paling parah terdampak banjir.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Curugbitung, Maja, dan Cimarga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi menyebutkan, sedikitnya 2.167 rumah terendam banjir. Sebanyak 274 rumah mengalami rusak ringan dan 306 rumah rusak berat akibat terjangan banjir.

“Total desa terdampak ada 6 kecamatan dan 22 desa di 34 titik lokasi,” kata Kaprawi kepada BantenNews.co.id (jaringan Suara.com), Kamis (2/1/2020).

Selain merusak bangunan rumah, banjir juga telah merusak 20 unit jembatan dan akses jalan warga amblas. Akibatnya beberapa daerah terisolasi akibat jembatan putus. Salah satu jembatan menghubungkan 3 kecamatan Sajira, Sobang dan Muncang. Warga Sobang dan Muncang yang menuju ke Sajira harus putar arah hingga puluhan kilometer.

“Di Cipanas ada 40 meter jalan amblas, kemudian 1 unit jembatan gantung dan jembatan permanen di Sajira, 1 unit jembatan di kampung Muara Lebak Gedong,” kata Kaprawi.

Mengenai data korban jiwa, Kaprawi belum bisa memastikan. Pihaknya baru menerima 2 nama warga yang belum ditemukan yakni Arsan dan Riski dari Lebak Gedong.

“Masih simpang siur dan masih harus kami pastikan, kami akan mengecek di wilayah masing-masing dibantu relawan serta TNI dan Polri untuk mendata,. Apakah terbawa air atau tertimbun longsor,” kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS