- Badan Gizi Nasional menyuspend 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Provinsi Banten karena fasilitas dapur yang tidak memenuhi standar.
- Temuan masalah mencakup kondisi dapur kotor, sistem pengelolaan limbah yang buruk, serta kualitas menu makanan yang tidak layak.
- Pihak pengelola diberikan kesempatan untuk segera melakukan pembenahan operasional agar tidak menerima sanksi penutupan secara permanen di kemudian hari.
SuaraBanten.id - Sebanyak 20 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Provinsi Banten disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena kedapatan memiliki dapur yang tidak sesuai standar.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro saat rapat koordinasi bersama kepala daerah di salah satu hotel di Kota Serang, Banten, pada Rabu (22/4/2026).
Diakui Doni, pihaknya menemukan adanya sejumlah masalah dari 20 SPPG tersebut, mulai dari kondisi dapur yang kotor, penyajian menu hingga IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang kurang memadai.
"Rata-rata dapurnya jelek, jadi penyebabnya (disuspend) hampir sekitar 98 persen, dapur tidak sesuai standar. Terkait menu, karena dapurnya kurang standar. Artinya ada beberapa SOP yang tidak dijalankan dengan baik. Kemudian tidak memiliki IPAL dan kebersihannya kurang," kata Doni.
Dengan tegas, Doni menyampaikan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi SPPG yang bermasalah, terutama yang menyajikan menu-menu yang kurang baik.
"Total sampai hari ini ada 20 SPPG disuspend. Kemudian yang menu jelek apalagi viral itu sudah pasti kita suspend. Paling banyak itu di Lebak ada 8 SPPG, sama ada 7 SPPG di Pandeglang, sisanya terpisah," ujarnya.
"Kasusnya itu menu jelek, basi atau meu minimalis, itu kena (suspend)," imbuh Doni.
Kendati demikian, diakui Doni, pihaknya tetap memberikan kesempatan bagi SPPG-SPPG bermasalah tersebut untuk segera melakukan pembenahan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama jika tidak ingin ditutup permanen.
"Kita kasih kesempatan sekali (SPPG bermasalah), begitu dia dua kali (melakukan kesalahan), pasti kita ajukan ke PPK, nanti turun administrasinya untuk tutup permanen. Di Banten semuanya masih SP-2, tinggal satu kali lagi SP-3, baru kita rekomendasikan ditutup permanen," terangnya.
Baca Juga: Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi
-
Modus Jual Beli Hukuman: Fakta Mengejutkan Jaksa Banten Peras Korban dengan Ancaman Penjara
-
Borok Oknum Jaksa Kejati Banten Terbongkar, Saksi Sebut Setor Rp30 Juta dalam Amplop di Ruang Kerja
-
Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
-
Guru Silat di Serang Cabuli 11 Murid Pakai Kedok Ritual Aura, Janin Hasil Hubungan Digugurkan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Lengkapi Rutinitas Skincare Harianmu, Beli Sunscreen Cetaphil Online Original Hanya di Blibli
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Modus Pengiriman Paket Ekspres, Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja di Tangerang
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti