- Pemerintah Malaysia menargetkan 47 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 melalui promosi wisata di Kota Serang, Banten.
- Kementerian Pariwisata Malaysia mempromosikan destinasi unggulan seperti wisata keluarga, kesehatan, pusat belanja, dan kuliner kepada agen travel Banten.
- Pihak Malaysia optimistis mencapai target kunjungan meskipun terdapat tantangan berupa fluktuasi nilai tukar rupiah dan konflik di Timur Tengah.
SuaraBanten.id - Targetkan kunjungan wisatawan asal mancanegara sebanyak 47 juta orang di tahun 2026, Pemerintah Malaysia ajak masyarakat Provinsi Banten untuk datang berkunjung lantaran banyak objek wisata baru yang ada di Negeri Jiran yang layak dikunjungi.
Hal itu diketahui usai Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia melakukan promosi pengenalan sektor pariwisata baru kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan sejumlah agen travel dan pelaku wisata di seluruh Provinsi Banten dalam event bertajuk Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow 2026 pada Senin (8/6/2026) bertempat di Kota Serang, Provinsi Banten.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohamed Yakzan mengatakan, Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Malaysia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun 2025, kita dapat pelancong dari Indonesia ke Malaysia itu sekitar 4,3 juta. Jadi kami melihat ada potensi besar di Banten ini, dan kerja sama ini kita ada potensi besar dapat pelancong dari Banten," kata Hairi kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Menurut Hairi, Malaysia memiliki banyak pilihan tempat unggulan yang cocok didatangi oleh masyarakat Indonesia, terutama di bidang wisata ramah keluarga, kesehatan, pusat belanja hingga kuliner.
Sehingga, lanjut Hairi, kegiatan promosi yang dilakukan bertujuan untuk lebih mengenalkan Malaysia ke masyarakat di Provinsi Banten sehingga bisa tau lebih banyak tempat yang layak untuk dikunjungi.
"Destinasi favorit itu ada Kuala Lumpur, Melaka dan Penang. Tapi Malaysia itu punya banyak tempat yang cocok dikunjungi oleh para pelancong dari Indonesia, ada juga Sabah dan Serawak, kita ada Kelantan, Trengganu dan Pahang yang akan dibuka nanti," terangnya.
"Kita menawarkan tempat wisata keluarga yang bagus, yang pertama ada water park atau lego land. Kedua, ada medical tourism, karena rumah sakit di Malaysia itu menawarkan pelayanan dan fasilitas level dunia dengan harga terjangkau. Ketiga, Malaysia itu cocok untun belanja dengan brand dari seluruh dunia dengan harga menarik. Dan keempat itu ada kuliner, kita ada spesies durian yang rasanya beda, musang king dan black tone yang rasanya lebih enak," sambung Hairi.
Meski begitu, Hairi mengaku, kondisi konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah hingga melemahnya nilai mata uang rupiah merupakan faktor yang bisa mempengaruhi kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Malaysia.
Baca Juga: Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang
Akan tetapi, Hairi tetap meyakini, target kunjungan wisatawan asal mancanegara sebesar 47 juta orang di tahun 2026 bisa tetap terealisasi lantaran masyarakat dunia masih membutuhkan liburan dan hiburan di tengah situasi yang terjadi saat ini.
"Jadi kita tak dapat buat target khusus di Banten karena beberapa faktor, seperti peperangan di Timur Tengah yang menyebabkan harga tiket penerbangan naik. Kemudian yang menjejaskan antara pelancong Indonesia ke Malaysia itu karena nilai tukar mata uang asing. Jadi kami agak sukar untuj pecahkan target pelancong dari Banten," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eli Susiyanti berharap, kegiatan promosi wisata yang dilakukan pemerintah Malaysia turut berdampak terhadap sektor pariwisata dan tumbuhnya perekonomian bagi masyarakat Banten.
"Yah semoga ini bukan hanya jadi ajang promosi bagi Malaysia, tapi juga memberikan dampak positif bagi Provinsi Banten," singkat Eli.
Kontributor : Yandi Sofyan
Tag
Berita Terkait
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang
-
Oki Earlivan Pimpin IA-ITB Jakarta Periode 2026-2030
-
Diserbu Pendatang Baru Pasca-Lebaran! Ini 8 Fakta Kunci Gelombang Migrasi ke Kabupaten Tangerang
-
Ratusan Warga DKI dan Jabar Serbu Domisili Baru di Kabupaten Tangerang, Apa Alasannya?
-
Catat Jadwalnya! Daftar Ruas Tol Jakarta yang Batasi Angkutan Barang Selama Lebaran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda
-
Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut