- Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 51.300 kasus ISPA terjadi sepanjang periode Januari hingga Mei tahun 2026.
- Penyebaran kasus ISPA tersebar merata di 29 kecamatan dengan puncak lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Februari 2026.
- Mayoritas penderita adalah balita yang terinfeksi akibat penurunan daya tahan tubuh, serangan virus, serta buruknya kualitas udara.
SuaraBanten.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026.
Tercatat, sebanyak 51.300 orang terpapar infeksi pernapasan ini dalam periode Januari hingga Mei 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan pernapasan masih menjadi tantangan besar di wilayah penyangga ibu kota ini, terutama bagi kelompok usia rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa penyebaran infeksi ini menyerang mulai dari pernapasan bagian atas hingga bronkus (saluran utama sistem pernapasan).
Berdasarkan pemantauan tim medis, puncak kasus terjadi pada bulan kedua tahun ini.
"Total ada 51.300 anak di Kabupaten Tangerang yang terpapar ISPA yang terdata Januari hingga Mei 2026," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, dilansir dari Antara, Senin (8/6/2026).
Ia menyebutkan, infeksi yang menyerang pernapasan bagian atas hingga dua saluran utama sistem pernapasan (bronkus) ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada bulan Februari yang menyentuh hingga angka 11.092 penderita.
Kemudian, lanjut dia, pada bulan Januari terdapat 10.381 penderita, Maret 8.910 penderita, April 10.657 penderita, dan Mei sebanyak 10.260 penderita.
"Dari kasus ini terjadi merata di setiap wilayah, dan ini tidak ada yang lebih banyak secara signifikan karena ini adalah penyakit alami setiap wilayah," ujarnya.
Ia mengatakan, dari puluhan ribu kasus temuan ISPA ini mayoritas penderitanya adalah balita berusia 0 hingga 5 tahun. Dimana, penyebab paparan infeksi pernapasan ini dipengaruhi dari daya tahan tubuh, infeksi virus, hingga kualitas udara yang buruk.
"Pencemaran udara juga termasuk salah satu yang menyebabkan ISPA," tuturnya.
Dia menambahkan, balita yang terkena paparan inspeksi saluran pernapasan itu tersebar di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang dengan gejala ringan sampai berat.
"Jadi tidak ada yang lebih banyak secara signifikan karena ini adalah penyakit alami yang bisa terjadi ke siapa pun," kata dia.
Baca Juga: Diduga Lecehkan Anak 12 Tahun, Pria di Sawah Lama Ciputat Nyaris Diamuk Massa
Berita Terkait
-
Diduga Lecehkan Anak 12 Tahun, Pria di Sawah Lama Ciputat Nyaris Diamuk Massa
-
TPAS Cilowong Membludak! Puluhan Truk Sampah Antre Akibat Jadwal Buang Sampah Bentrok
-
Kebakaran Hebat di Sukamulya Tangerang, Satu Orang Tewas Terbakar di Dalam Bengkel
-
Waspada Paparan BPA Galon Guna Ulang, Pakar Ungkap Risiko Pubertas Dini pada Anak
-
Diduga Cacat Hukum! DPRD Panggil BKPSDM Terkait Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Waspada! Kenaikan Kasus ISPA Tangerang Mengancam Anak Usia 0-5 Tahun, Ini Penyebabnya
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk
-
Targetkan 47 Juta Turis di 2026, Pemerintah Malaysia 'Goda' Warga Banten untuk Liburan
-
Pengendara Pandeglang Catat! Operasi Patuh Maung 2026 Resmi Ditunda
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang