- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memimpin peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Halaman Pendopo pada hari Kamis.
- Pemerintah Kabupaten Serang mendukung penuh kebijakan pembatasan penggunaan media digital secara bebas bagi anak di bawah usia 16 tahun.
- DKBPPPA Kabupaten Serang berkomitmen memberikan pendampingan kepada korban dan menindak tegas pelaku kekerasan terhadap anak tanpa toleransi.
SuaraBanten.id - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Serang untuk memperkuat komitmen perlindungan generasi penerus.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Seruan tersebut ditegaskan Bupati usai memimpin peringatan HAN Ke-42 yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Bupati Serang, Kamis.
"Mari kita jadikan momentum Hari Anak Nasional Ke-42 ini untuk bersama-sama memenuhi hak dan melindungi anak-anak kita tercinta," ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari satuan pendidikan, akademisi, tokoh pemuda, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga media untuk menciptakan suasana yang kondusif demi menyongsong lahirnya Generasi Emas.
Selain aspek lingkungan sosial, Zakiyah juga menyoroti pengawasan penggunaan media digital pada anak di era modern. Pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan penggunaan media digital secara bebas bagi anak berusia di bawah 16 tahun.
Terkait penanganan kasus kekerasan pada anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) memastikan terus mendampingi para korban dan bertindak tegas terhadap para pelaku.
"Kami tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan, apalagi kekerasan seksual terhadap anak. Kami akan terus menjaga anak-anak kita dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Ke depan, Pemkab Serang berencana menunjuk kecamatan tertentu sebagai percontohan (pilot project) kecamatan ramah anak melalui kerja sama dengan kementerian terkait, guna memperkuat komitmen pelindungan anak secara berkelanjutan. [Antara].
Baca Juga: Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
Berita Terkait
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
-
Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya
-
TNI AL Kembali Temukan Pelampung Orange di Dekat Gunung Anak Krakatau