Andi Ahmad S
Sabtu, 12 September 2026 | 14:56 WIB
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan pelampung kedua temuan KAL Anyer bukan milik Kapal Arupadhatu 1.
  • Konfirmasi tersebut didapat setelah penyidik memeriksa saksi dan pemilik kapal bernama Sandi Wiyasa pada Sabtu (12/9/2026).
  • Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian delapan korban hilang dengan mengerahkan 14 kapal di sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.

SuaraBanten.id - Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa pelampung (life jacket) kedua yang ditemukan KAL Anyer dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan bukan milik Kapal Arupadhatu 1.

Kepastian tersebut didapat setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi terkait.

"Penemuan pada hari keempat berupa satu life jacket itu sudah kita telusuri melalui interogasi Kasubdit Gakkum Polairud tadi malam. Hasilnya, barang tersebut bukan bagian dari sarana Kapal Arupadhatu 1," ujar Hengki saat memimpin pembukaan operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Hengki menegaskan, informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, yang menyatakan penemuan peralatan keselamatan itu bukan milik kapalnya.

"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama (bukan milik kapal tersebut)," paparnya.

KAP Sanjaya berangkat sekitar pukul 07.30 WIB untuk operasi pencarian hari kelima pada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9).

Kapal akan berlayar dengan total perjalanan pulang-pergi 80 mil, kecepatan pergerakan 10 knots, yang ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan jam.

Pada hari kelima ini, tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal dengan luas area sebesar 4.512 nautical mile, dan penambahan kapal dari sebelumnya 13 menjadi 14 kapal, kemudian dibagi dalam enam sektor.

Pencarian akan lebih difokuskan ke area sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon. [Antara].

Baca Juga: Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Load More