- Sekretaris BPBD Kota Tangsel Essa Nugraha menyatakan kekeringan akibat El Nino meluas ke tujuh kecamatan hingga awal 2027.
- Bencana kekeringan di 25 titik wilayah Tangsel saat ini telah berdampak langsung pada 559 kepala keluarga atau 2.446 jiwa.
- BPBD Kota Tangsel mendistribusikan total 943.950 liter air bersih rutin sejak 8 Juli 2026 ke seluruh wilayah terdampak.
SuaraBanten.id - Bencana kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diperkirakan akan terus meluas dampak dari El Nino yang diprediksi akan terjadi hingga awal 2027.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, dari hasil kajian yang telah dilakukan, kekeringan akan terjadi merata di tujuh kecamatan.
"Potensi bahaya kekeringan itu diprediksi terjadi di wilayah seluas 16.485,47 di seluruh kecamatan di Tangsel," kata Essa.
Essa menjelaskan, bencana kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan dengan bencana kekeringan pada tahun 2023.
Terkini, BPBD Kota Tangsel mencatat, ada 25 titik kekeringan dan sebaran paling banyak di Kecamatan Setu. Sedangkan kekeringan berdampak pada 559 kepala keluarga atau 2.446 jiwa.
"Titik terbanyak ada di Kecamatan Setu, total ada 25 titik. Rinciannya, 16 titik berada di Kelurahan Keranggan, tujuh titik di Kelurahan Kademangan, satu titik di Kelurahan Muncul dan satu titik ke Kelurahan Serpong," papar Essa.
Untuk menangani bencana kekeringan itu, BPBD Kota Tangsel distribusikan air bersih ke seluruh titik terdampak kekeringan. Sejak distribusi dimulai pada 8 Juli 2026, total 943.950 liter air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak.
"Rata-rata sekitar 40.000 liter air per hari. Setiap hari kita rutin ke 25 titik. Rata-rata setiap titik itu dua sampai tiga kali dalam seminggu," jelas Essa.
Terpisah, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya menganggarkan sekira Rp30 miliar lebih untuk penanggulangan bencana.
Baca Juga: Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
"Tepatnya coba tanya ke BPBD ya, totalnya sekira Rp30 miliaran," kata Pilar, Jumat, 11 September 2026.
Pilar menuturkan, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, bahwa penanggulangan bencana menjadi fokus utama yang harus diperkuat.
"Salah satunya BPBD, Damkar diperkuat penambahan armada, supaya dalam kondisi seperti ini ada kemarau panjang, erupsi, kita sudah siap siaga menghadapi bencana," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda
-
Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
Terkini
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi