Andi Ahmad S
Sabtu, 12 September 2026 | 17:52 WIB
Lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Wamendigi Nezar Patria berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau sinyal telepon seluler korban kapal hilang.
  • Pemantauan sinyal dan pendeteksian BTS tersebut dilakukan di sekitar perairan Selat Sunda sejak Sabtu (12/9/2026).
  • Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian delapan korban melalui jalur laut dan udara di Pandeglang.

SuaraBanten.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamendigi) Indonesia Nezar Patria mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh operator seluler untuk memantau sinyal dari para penumpang kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut Nezar, pihaknya akan terus berupaya membantu proses pencarian para korban hilang dengan melaporkan informasi-informasi yang di dapat dari petugas Komdigi untuk disampaikan ke tim SAR.

"Sejak awal menerima informasi ini, mengajak semua opsel (operator seluler) dan infrastruktur di bawah Komdigi untuk memantau sinyal-sinyal atau pun tanda-tanda dari penggunaan smartphone misalnya di area yang diduga jadi insiden kehilangan kontak ini terjadi," kata Nezar saat mengunjungi posko pencarian di Dermaga Marina, Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

"Kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, 3 operator seluler, itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda," imbuhnya.

Diakui Nezar, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan monitoring pemantauan sinyal di Perairan Selat Sunda guna mendeteksi keberadaan handpone milik para korban hilang.

"Kita monitoring terus dan melakukan cek dan ricek. Jadi memang sebaiknya informasi-informasi yang diterima dari tim yang bekerja," ujarnya.

Memasuki hari kelima operasi SAR atau Sabtu (12/9/2026), Tim SAR Gabungan memperluas wilayah pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur SAR dioptimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan.

Baca Juga: Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More