Andi Ahmad S
Sabtu, 12 September 2026 | 18:02 WIB
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. (Suara.com/Syahda)
Baca 10 detik
  • Jurnalis foto Dziki Oktomauliadi mengenang pertemuan terakhirnya dengan rekannya Bagus Khoirunnas di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
  • Bagus Khoirunnas tetap nekat berangkat menuju Gunung Anak Krakatau untuk memotret meskipun sempat mendapat larangan dari rekannya Dziki Oktomauliadi.
  • Bagus Khoirunnas bersama empat jurnalis lainnya dilaporkan hilang kontak saat meliput dan masih dalam pencarian tim SAR hingga Sabtu (12/9/2026).

SuaraBanten.id - Seorang jurnalis foto BantenPos Dziki Oktomauliadi mengenang momen pertemuan terakhirnya dengan rekannya Jurnalis Antara Bagus Khoirunnas sebelum hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/026) lalu.

Diakui Dziki, sebagai sesama jurnalis foto, dirinya memang sering berkomunikasi dengan Bagus Khoirunnas untuk saling bertukar informasi atau pun lokasi peliputan.

Saat itu, kata Dziki, Bagus Khoirunnas sempat memberitahu kalau sedang berada di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang sejak Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).

"Hari Sabtu itu dia ada di pos pantau, kita komunikasi biasa, saya selalu mantau cerita dia lewat WhatsApp, sampai hari Minggu itu dia masih motret di situ," kata Dziki, Sabtu (12/9/2026).

Disampaikan Dziki, dirinya sempat berbincang saat berpapasan dengan Bagus Khoirunnas di hari Senin (7/9) sekitar pukul 11.30 WIB di sekitar Kantor Pos Pantau Gunung Anak Krakatau. Saat itu Dziki hendak memotret karena mendapat tugas kantor.

Kata Dziki, saat itu Bagus Khoirunnas tampak sedang bergegas untuk pergi ke arah Kawasan Pantai Carita lantaran tak turun dari mobil yang ditumpanginya.

"Saya tanya mau kemana lu, ngebut amat, terus dia jawab 'gua mau motret ke tengah Gunung Anak Krakatau'," ungkap Dziki menirukan percakapan mereka saat itu.

Dziki mengaku kaget dan sempat melarang berangkat usai mendengar Bagus Khoirunnas hendak pergi ke Gunung Anak Krakatau untuk memotret.

Namun, saran Dziki pun seolah tak menyurutkan niatan Bagus Khoirunnas untuk pergi ke Gunung Anak Krakatau, terlebih saat itu Bagus sudah memiliki janji dengan rekan-rekan jurnalis lainnya.

Baca Juga: Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

"Saya udah bilang jangan nyari bahaya, kondisi lagi begini. Dia jawab 'ga enak, udah janjian sama anak-anak dari Jakarta'. Dia bilang udah ditungguin sama Bang Arbas, Bang Donal, Bang Yudis sama Bang Daus," ungkapnya.

"Dia bilang juga kalau dibayarin sama anak dari Jakarta. Dia bilangnya berangkat jam 2, dan rencana pulang di jam 7-an," sambung Dziki.

Disampaikan Dziki, saat itu dirinya sudah tidak bisa mencegah keinginan Bagus Khoirunnas pergi ke Gunung Anak Krakatau lantaran mengingat sikap ambisius dan rasa penasarannya yang tinggi.

"Saya pikir percuma ngelarang, Bagus itu orangnya ambisius dan penasaran. Saya pasrah dan melepasnya pergi," ujarnya.

Tak hanya itu, Dziki sempat merasa heran saat Bagus Khoirunnas hendak bertolak menuju Pantai Carita lantaran melontarkan kalimat yang tak pernah didengarnya selama bertahun-tahun kenal.

"Itu dia bilang 'saya pamit dulu'. Terus saya tepis tangannya itu, kata saya 'apa-apaan bilang pamit'. Soalnya selama kita kenal itu dia ga pernah bilang pamit, biasanya berangkat ya berangkat aja," kata Dziki.

Load More