- Jurnalis foto Dziki Oktomauliadi mengenang pertemuan terakhirnya dengan rekannya Bagus Khoirunnas di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
- Bagus Khoirunnas tetap nekat berangkat menuju Gunung Anak Krakatau untuk memotret meskipun sempat mendapat larangan dari rekannya Dziki Oktomauliadi.
- Bagus Khoirunnas bersama empat jurnalis lainnya dilaporkan hilang kontak saat meliput dan masih dalam pencarian tim SAR hingga Sabtu (12/9/2026).
SuaraBanten.id - Seorang jurnalis foto BantenPos Dziki Oktomauliadi mengenang momen pertemuan terakhirnya dengan rekannya Jurnalis Antara Bagus Khoirunnas sebelum hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/026) lalu.
Diakui Dziki, sebagai sesama jurnalis foto, dirinya memang sering berkomunikasi dengan Bagus Khoirunnas untuk saling bertukar informasi atau pun lokasi peliputan.
Saat itu, kata Dziki, Bagus Khoirunnas sempat memberitahu kalau sedang berada di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang sejak Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).
"Hari Sabtu itu dia ada di pos pantau, kita komunikasi biasa, saya selalu mantau cerita dia lewat WhatsApp, sampai hari Minggu itu dia masih motret di situ," kata Dziki, Sabtu (12/9/2026).
Disampaikan Dziki, dirinya sempat berbincang saat berpapasan dengan Bagus Khoirunnas di hari Senin (7/9) sekitar pukul 11.30 WIB di sekitar Kantor Pos Pantau Gunung Anak Krakatau. Saat itu Dziki hendak memotret karena mendapat tugas kantor.
Kata Dziki, saat itu Bagus Khoirunnas tampak sedang bergegas untuk pergi ke arah Kawasan Pantai Carita lantaran tak turun dari mobil yang ditumpanginya.
"Saya tanya mau kemana lu, ngebut amat, terus dia jawab 'gua mau motret ke tengah Gunung Anak Krakatau'," ungkap Dziki menirukan percakapan mereka saat itu.
Dziki mengaku kaget dan sempat melarang berangkat usai mendengar Bagus Khoirunnas hendak pergi ke Gunung Anak Krakatau untuk memotret.
Namun, saran Dziki pun seolah tak menyurutkan niatan Bagus Khoirunnas untuk pergi ke Gunung Anak Krakatau, terlebih saat itu Bagus sudah memiliki janji dengan rekan-rekan jurnalis lainnya.
Baca Juga: Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda
"Saya udah bilang jangan nyari bahaya, kondisi lagi begini. Dia jawab 'ga enak, udah janjian sama anak-anak dari Jakarta'. Dia bilang udah ditungguin sama Bang Arbas, Bang Donal, Bang Yudis sama Bang Daus," ungkapnya.
"Dia bilang juga kalau dibayarin sama anak dari Jakarta. Dia bilangnya berangkat jam 2, dan rencana pulang di jam 7-an," sambung Dziki.
Disampaikan Dziki, saat itu dirinya sudah tidak bisa mencegah keinginan Bagus Khoirunnas pergi ke Gunung Anak Krakatau lantaran mengingat sikap ambisius dan rasa penasarannya yang tinggi.
"Saya pikir percuma ngelarang, Bagus itu orangnya ambisius dan penasaran. Saya pasrah dan melepasnya pergi," ujarnya.
Tak hanya itu, Dziki sempat merasa heran saat Bagus Khoirunnas hendak bertolak menuju Pantai Carita lantaran melontarkan kalimat yang tak pernah didengarnya selama bertahun-tahun kenal.
"Itu dia bilang 'saya pamit dulu'. Terus saya tepis tangannya itu, kata saya 'apa-apaan bilang pamit'. Soalnya selama kita kenal itu dia ga pernah bilang pamit, biasanya berangkat ya berangkat aja," kata Dziki.
Tag
Berita Terkait
-
Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda
-
Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
-
Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu