- Basarnas Banten memperluas area pencarian delapan korban hilang sejak Sabtu, 12 September 2026, namun belum membuahkan hasil.
- Pencarian terkendala cuaca buruk berupa kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang tim SAR di lapangan.
- Kepala Basarnas menyatakan pencarian korban dilanjutkan hari Minggu, 13 September 2026, dengan memperluas pemantauan hingga Perairan Bengkulu.
SuaraBanten.id - Hari kelima atau Sabtu (12/9/2026), operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil.
Padahal, areal pencarian telah diperluas mulai dari areal Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga Pulau Panaitan di Taman Nasional Ujung Kulon.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, sebanyak 14 unit alat utama dikerahkan untuk mencari keberadaan para korban dengan membagi 7 sektor wilayah pencarian.
"KP Hayabusa melakukan pencarian sekitar 10 jam, menyisir dari Pantai Carita sampai Perairan Pulau Panaitan di Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung," kata Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).
Tak hanya menyisir melalui jalur laut, diakui Al Amrad, proses pencarian menggunakan jalur udara menggunakan helikopter dan drone pun tetap dilakukan, namun belum menemukan keberadaan para korban.
Kata Al Amrad, kabut tebal yang menyelimuti areal penyisiran menjadi kendala tim SAR dalam mencari keberadaan para korban.
"Helikopter rescue 3604 take off dari Carita, melakukan searching udara sekitar 41 menit. Namun karena kondisi cuaca berkabut tebal, sortie kedua tidak dapat dilakukan," ujarnya.
"Kendala utama di lapangan seluruh tim SAR adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang atau visibility," imbuh Al Amrad.
Disampaikan Al Amrad, proses pencarian para korban akan dilautkan di hari keenam atau Minggu (13/9/2026) esok, dengan memantau sejumlah wilayah hingga ke Perairan Bengkulu.
Baca Juga: Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
"Berdasarkan perhitungan SAR MAP (arah angin dan arus laut), pergerakan material diperkirakan mengarah ke sana (Bengkulu). Kami sudah koordinasi dan memapelkan area pemantauan hingga ke wilayah Bengkulu," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit
-
Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda
-
Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak