- Puluhan truk sampah mengalami antrean panjang di TPAS Cilowong, Serang, pada Senin pagi, 1 Juni 2026.
- Kemacetan dipicu oleh ketidaksinkronan jadwal pembuangan antara armada Tangerang Selatan dengan truk dari wilayah Serang.
- Peningkatan volume sampah pasca libur Iduladha menyebabkan penumpukan armada di lokasi hingga akhirnya berhasil terurai siang.
SuaraBanten.id - Aktivitas di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, mengalami kendala operasional pada Senin (1/6/2026) pagi.
Puluhan truk pengangkut sampah terjebak antrean panjang di pintu masuk lokasi pembuangan, memicu kepadatan arus kendaraan hingga ke bahu jalan raya.
Tingginya volume kendaraan yang datang dalam waktu bersamaan membuat proses penurunan muatan sampah terhambat selama beberapa jam.
Kepala UPT TPAS Cilowong, Agam, menjelaskan bahwa kemacetan armada ini dipicu oleh ketidaksinkronan jadwal kedatangan truk sampah antarwilayah.
Berdasarkan kesepakatan, armada dari Tangerang Selatan (Tangsel) seharusnya menyelesaikan aktivitas pembuangan sebelum armada lokal tiba.
“Pagi tadi memang ada antrean. Armada pengangkut sampah dari Tangerang Selatan yang biasanya selesai sekitar pukul 08.00 WIB, ternyata tadi belum selesai. Sementara itu, armada dari Kabupaten dan Kota Serang sudah mulai masuk, akhirnya terjadi tumpang tindih,” ujar Agam dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com.
Secara teknis, pengiriman sampah dari Tangerang Selatan dilakukan sejak malam hari mulai pukul 18.00 WIB hingga pagi hari. Namun, adanya keterlambatan pembuangan dari armada luar daerah tersebut berdampak sistemik pada kelancaran arus truk sampah milik Kota dan Kabupaten Serang.
Selain masalah teknis jadwal, Agam menyebut faktor musiman juga turut andil dalam kepadatan ini. Momentum libur Hari Raya Iduladha 1447 H mengakibatkan adanya akumulasi volume sampah di berbagai titik jalur pengangkutan.
“Mungkin karena setelah libur Iduladha, banyak sampah yang menumpuk di jalur pengangkutan. Akibatnya, semua armada mengangkut dan membawanya ke TPA pada waktu yang hampir bersamaan di pagi hari,” tambahnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Sukamulya Tangerang, Satu Orang Tewas Terbakar di Dalam Bengkel
Fenomena lonjakan sampah pasca-hari besar keagamaan merupakan tantangan rutin bagi pengelola TPA di wilayah aglomerasi seperti Serang dan sekitarnya.
Pihak UPT TPAS Cilowong memastikan bahwa kendala tersebut hanyalah gangguan sementara. Tim di lapangan langsung melakukan rekayasa antrean untuk mempercepat proses dumping (pembongkaran sampah).
“Sekitar pukul 11.00 WIB antrean sudah berhasil terurai dan aktivitas pembuangan kembali normal,” tegas Agam memberikan kepastian informasi bagi publik.
Berita Terkait
-
Kebakaran Hebat di Sukamulya Tangerang, Satu Orang Tewas Terbakar di Dalam Bengkel
-
Satu Tahun Ratu Zakiyah-Najib, Program Pendidikan dan Kesehatan Tuai Apresiasi Dewan
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Berawal Merasa Dipepet di Jalan, Pria di Pandeglang Tewas Dikeroyok Empat Bersaudara
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari