- Rencana pembangunan TPA Bojong Menteng di Kabupaten Serang terhambat selama 24 tahun akibat pembebasan lahan dan penolakan warga.
- Bapperida Kabupaten Serang tetap mempertahankan Bojong Menteng dalam perencanaan strategis karena belum memiliki lokasi alternatif yang memadai hingga kini.
- Wakil Bupati Serang memilih fokus pada solusi jangka pendek melalui TPA Cilowong dan proyek PSEL guna menghindari gejolak sosial.
SuaraBanten.id - Persoalan sampah di Kabupaten Serang menemui jalan buntu yang cukup pelik. Rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bojong Menteng yang telah diperjuangkan selama hampir 24 tahun hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda realisasi.
Ironisnya, di tingkat pimpinan daerah, kebijakan terkait kelanjutan proyek ini pun terlihat belum sinkron.
Hingga pertengahan 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengakui bahwa mereka belum memiliki lokasi cadangan untuk menggantikan peran strategis Bojong Menteng dalam sistem pengelolaan sampah daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang, Devid Hermawan, mengungkapkan bahwa dalam skema perencanaan jangka panjang, Bojong Menteng tetap dimasukkan karena ketiadaan lahan alternatif yang memadai.
“Sampai saat ini kami belum memiliki alternatif lokasi selain Bojong Menteng. Karena itu, kami mencoba melanjutkan skema yang sudah ada agar Kabupaten Serang memiliki tempat pemrosesan akhir sampah sendiri,” ujar Devid, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, (28/5/2026).
Berdasarkan master plan pemerintah, kawasan TPA ini dirancang seluas 120 hektare. Namun, kendala klasik seperti proses pembebasan lahan yang belum tuntas serta penolakan masyarakat setempat menjadi tembok besar yang menghalangi penyelesaian proyek selama dua dekade lebih.
Berbeda dengan sisi perencanaan teknis, Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, justru memberikan pernyataan yang lebih berhati-hati. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan kebijakan yang berpotensi memicu gejolak sosial.
“Progresnya tanah datar, luas, dan memang belum ada apa-apa. Belum ada kegiatan apa-apa,” kata Najib mendeskripsikan kondisi terkini di lokasi Bojong Menteng.
Najib menyatakan bahwa pihaknya lebih memilih fokus pada solusi jangka pendek dan menengah yang saat ini sedang berjalan, daripada terjebak pada polemik Bojong Menteng.
Baca Juga: Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
“Kita fokus ke Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan pembuangan sampah yang sekarang ke Cilowong. Kita sudah kontrak dengan TPA Cilowong milik Pemkot Serang untuk satu tahun ini,” tegasnya.
Najib memastikan bahwa keputusan akhir mengenai nasib TPA Bojong Menteng akan selalu dikomunikasikan dengan dinas teknis dan mempertimbangkan keinginan publik.
"Pemerintah Kabupaten Serang tidak mungkin membuat kebijakan yang bertentangan dengan keinginan publik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Berawal Merasa Dipepet di Jalan, Pria di Pandeglang Tewas Dikeroyok Empat Bersaudara
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Hadir di Muscab PPP se-Banten, Mardiono Tegas Perjuangkan Umat
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Hadiri Muktamar Al Khairiyah di Cilegon, Mardiono Bahas Swasembada Pangan
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Makin Mudah
-
Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih
-
Update Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel: 2 Orang Tewas, 11 Luka-Luka, Korban Parah Dirujuk
-
Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG