Andi Ahmad S
Senin, 08 Juni 2026 | 22:08 WIB
Ketua DPP IWAPI memberi keterangan kepada awak media usai pelantikan DPD IWAPI Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin 8 Juni 2026. [Hairul Alwan/SuaraBanten.id]
Baca 10 detik
  • Ketua DPP IWAPI, Nita Yudi, meminta pengusaha wanita di Banten mengadopsi pemasaran digital dan teknologi AI pada 8 Juni 2026.
  • Platform IWAPI Digital menyediakan fitur marketplace serta sarana pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar bagi para anggota.
  • Ketua DPD IWAPI Banten, Renny Fonda, akan melaksanakan pelatihan untuk mempercepat akselerasi dan pertumbuhan usaha melalui kolaborasi pentahelix yang strategis.

SuaraBanten.id - Puluhan pengusaha wanita di Provinsi Banten diminta memaksimalkan pemasaran produk secara digital dan pengunaan Artificial Intelejen atau AI dalam menjalankan usaha. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI), Nita Yudi saat Palantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD IWAPI Provinsi Banten, Senin 8 Juni 2026.

Nita mengungkapkan, dirinya bersyukur telah memiliki IWAPI Digital yakni platform yang memuat informasi seputar IWAPI dan marketpalce untuk sesama anggota.

Kata dia, Dalam IWAPI Digital terdapat fitur IMarketku yakni, marketplace tempat memasarkan produk para pengusaha perempuan se-Indonesia

“Kita seluruh Indonesia lebih dari 40 ribu perempuan pengusaha. Jadi dari kita untuk kita saja membuka marketplace itu sudah luar biasa. Karena yang satu catering, satu peternakan ayam, sapi dan sebagainya mereka sudah saling membeli,” katanya di hadapan awak media saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin 8 Juni 2026.

Nita juga menjelakskan adanya IAkademik dalam IWAPI Digital yang isinya pembelajaran terkait digitalisasi, packaging, literasi keuangan, dan pembelajaran lainnya untuk wanita pengusaha.

“Ada juga tentang AI untuk UMKM. Kalau kita masih pakai yang manual, kita akan ketinggalan. Kita harus menggunakannya agar lebih efisien, pasarnya tidak hanya lokal hingga nasional bahkan bisa global, sekarang tinggal bagaimana meramunya,” ungkapnya.

Untuk menunjang semua itu, Nita menyebut para pengusaha perempuan juga perlu melengkapi sertifikasi halal, BPOM hingga PIRT. Dalam kesempatan itu, ia meminta IWAPI Banten harus menjadi panutan, penggerak serta fasilitator menghubungkan ke akses pembiayaan perbankan, pembeli hingga investor, serta menjadi akselerator mempercepat pengembangan dan pertumbuhan usaha.

“Setelah dilantik saya menaruh harapan besar kepada Ibu Renny bisa menggerakan lebih cepat, kencang dan efisien. Kita harus bermitra, berkolaborasi secara pentahelix dengan pemerintah, pelaku usaha, media, masyarakat, dan lembaga keuangan serta digitalisasi, untuk mensupport perempuan pengusaha di Banten,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Banten, Renny Fonda memeninta para wanita pengusaha harus adaptif di era digital yang semakin berkembang dan modern.

Baca Juga: Targetkan 47 Juta Turis di 2026, Pemerintah Malaysia 'Goda' Warga Banten untuk Liburan

“Wanita pengusaha harus siap hadapi tantangan, jadi berbagai macam cara mereka berbisnis harus dilakukan. Sesuai era, mereka melakukan digitalisasi bisnis, pemasaran melalui internet, TikTok dan platform media sosial lainnya,” kata Ketua DPD IWAPI Banten periode 2026-2031 ini.

Usai dilantik dan dikukuhkan, ke depannya IWAPI Banten juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan agar pengusaha wanita naik kelas. Dalam kesempatan itu, ia juga mengundang berbagai organisasi perempuan di Provinsi Banten.

“Kami mengundang ketua-ketua organisasi wanita di Provinsi Banten sebagai perkenalan, sekaligus membicarakan program kami ke depannya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah bersyukur terdapat para pengusaha wanita di Banten sehingga membantu pemerintah di bidang lapangan pekerjaan.

"Mereka juga memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara, tidak semua wanita berusaha seperti para ibu-ibu yang ada dalam IWAPI. Mereka menjadi inspirasi dan contoh bagi wanita lain," ungkapnya.

Reporter : Hairul Alwan

Load More