- Tiga oknum jaksa Kejati Banten diduga melakukan pemerasan senilai miliaran rupiah terhadap dua tersangka kasus UU ITE.
- Saksi mengungkapkan terdakwa Rivaldo Valini dan Herdian Malda Ksatria menerima uang sogokan dengan dalih biaya administrasi perkara.
- Sidang di Pengadilan Negeri Serang mengungkap ancaman hukuman penjara digunakan terdakwa untuk memaksa korban menyerahkan sejumlah uang.
Selain ketiga oknum jaksa, sebanyak dua orang lainnya turut diseret dalam kasus dugaan pemerasan tersebut. Mereka adalah Maria Sisca selaku penerjemah dan Didik Feriyanto selaku kuasa hukum Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee.
Dalam sidang dakwaan yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Negeri Serang, salah seorang terdakwa yakni Redy Zulkarnain mengancam Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee akan memberikan hukuman berat bila permintaan uang tak dipenuhi.
Mulanya terdakwa Redy meminta uang sebesar Rp4 miliar, namun turun menjadi Rp2 miliar plus uang tambahan sebesar Rp300 juta jika keduanya diputus bebas.
“Ini kan Indonesia, kalau gak ada uang ya gak bisa diusahakan untuk tidak bersalah. Di Indonesia, segala urusan butuh uang berbeda dengan di Korea. Apabila tidak memenuhi permintaan tersebut, maka akan dijatuhi hukuman penjara. Di sini (Indonesia) orang tidak bersalah bisa jadi bersalah atau sebaliknya,” kata JPU Kejari Tangerang Yopi Suhanda menirukan ucapan terdakwa Redy saat meminta uang kepada korbannya di hadapan Majelis Hakim PN Serang, Selasa (14/4/2026).
“Selanjutnya Redy Zulkarnain meminta uang muka sebesar Rp700 juta dengan alasan bahwa uang Rp500 juta akan diberikan untuk hakim. Atas alasan tersebut kemudian Chi Hoon Lee menyetujui dikarenakan jika uang yang diminta tidak diberikan, maka Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee akan dituntut dan divonis tinggi,” sambung Yopi.
Kata Yopi, korban Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee menyerahkan uang muka (DP) sebesar Rp700 juta di Kantor PT Savana Animation & VFX melalui kuasa hukum keduanya yang ditunjuk oleh terdakwa Redy Zulkarnain yang dibuktikan dengan kwitansi seolah-olah itu sebagai pembayaran jasa kuasa hukum.
“Kemudian Redy Zulkarnain memberikan Didik sebesar Rp100 juta yang dibagi dengan Maria Sisca masing-masing Rp50 juta di lantai basement kantor PT Savana. Dan Rp100 juta diberikan kepada Rivaldo Valini, sedangkan sisanya diambil oleh Redy Zulkarnain,” ungkapnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Baca Juga: Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
Tag
Berita Terkait
-
Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
-
Guru Silat di Serang Cabuli 11 Murid Pakai Kedok Ritual Aura, Janin Hasil Hubungan Digugurkan
-
Gagal Berangkat Sejak 2025, Jemaah Umrah Asal Lebak Gigit Jari Uang Puluhan Juta Raib
-
PSI Pasang Target Besar di 2029! 9 Kursi di DPRD Banten Hingga Tembus DPR RI
-
Oknum Jaksa Kejati Banten Dipecat Tidak Hormat, Kini Ditahan Terkait Penggelapan Aset
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano