- Polres Lebak sedang menyelidiki kasus dugaan penipuan travel umrah bodong Omsu Travel yang merugikan 35 korban sebesar Rp728 juta.
- Biro perjalanan Omsu Travel yang dipimpin OS diduga tidak memiliki izin resmi dan menipu ratusan calon jemaah umrah.
- Para korban di Kabupaten Lebak telah menyetorkan uang puluhan juta rupiah namun keberangkatan mereka terus ditunda tanpa kepastian jelas.
SuaraBanten.id - Niat suci untuk beribadah ke Tanah Suci seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Kali ini, Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten, tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus dugaan penipuan travel umrah bodong yang menyebabkan kerugian fantastis hingga Rp728 juta.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dan teliti dalam memilih agen perjalanan umrah, terutama yang menawarkan harga di bawah rata-rata.
"Kami sudah menerima laporan kerugian akibat penipuan travel umrah murah itu," kata Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, dilansir dari Antara, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan kepolisian tengah melakukan penyidikan secara profesional untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk memburu pelaku.
Kasus penipuan itu diduga dilakukan oleh biro perjalanan umrah bernama Omsu Travel yang dipimpin seseorang berinisial OS dan diduga tidak memiliki izin resmi.
Jumlah korban yang telah melapor sekitar 35 orang dengan total kerugian mencapai Rp728 juta, dengan nilai setoran berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per orang.
Namun, jumlah korban diduga lebih dari 200 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Cimarga, Bojongmanik, dan Gunungkencana.
“Kami berharap kasus penipuan umrah ini dapat segera diungkap dan pelakunya ditangkap,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu korban, Didin, warga Kabupaten Lebak, mengaku telah menyetorkan uang Rp23 juta, sedangkan istrinya Rp20 juta, untuk keberangkatan umrah yang dijadwalkan pada 27 Januari 2026. Namun hingga kini, keberangkatan tersebut belum terealisasi.
Baca Juga: PSI Pasang Target Besar di 2029! 9 Kursi di DPRD Banten Hingga Tembus DPR RI
“Kami awalnya dijanjikan berangkat November 2025, lalu mundur ke Desember hingga Januari 2026, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” katanya.
Berita Terkait
-
PSI Pasang Target Besar di 2029! 9 Kursi di DPRD Banten Hingga Tembus DPR RI
-
Oknum Jaksa Kejati Banten Dipecat Tidak Hormat, Kini Ditahan Terkait Penggelapan Aset
-
Stadion Belum Siap? Ternyata Ini Alasan Dewa United vs Persib Tak Boleh Dihadiri Penonton
-
Luka Sesar Masih Basah, Ibu di Pandeglang Terpaksa Ditandu 1 Km Lewati Jalan Rusak Parah
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
PERBANAS Ajak Industri Perbankan Perkuat Literasi Keuangan, Lawan Scam, dan Judi Online
-
60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran