- Elis, seorang ibu asal Kabupaten Pandeglang, harus ditandu sejauh satu kilometer menuju rumahnya setelah menjalani operasi sesar.
- Keluarga terpaksa menandu pasien pada Jumat (18/4/2026) karena akses jalan rusak parah di Desa Pasir Kadu dan Turus.
- Kondisi infrastruktur yang buruk menyebabkan perjalanan pascaoperasi menjadi sangat sulit serta membahayakan kesehatan pasien di wilayah tersebut.
SuaraBanten.id - Miris, mungkin kata itu tepat ditunjukkan kepada Elis, seorang ibu di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, sebuah perjalanan pulang yang seharusnya menjadi momen penuh kelegaan dan kebahagiaan usai melahirkan, justru berubah menjadi perjuangan berat yang memilukan.
Dengan luka operasi sesar yang masih basah, ia harus merasakan perih tak terkira di sepanjang perjalanan, hingga akhirnya terpaksa ditandu sejauh kurang lebih satu kilometer demi bisa sampai ke rumahnya.
Kisah ini adalah potret nyata betapa buruknya infrastruktur jalan dan tantangan akses kesehatan di daerah terpencil yang masih membutuhkan perhatian serius.
Elis baru saja menjalani operasi sesar di Rumah Sakit Labuan pada Rabu (16/04/2026). Dua hari berselang, tepatnya Jumat (18/4/2026) pagi, dokter memperbolehkannya pulang.
Harapan untuk beristirahat dengan tenang dan menyambut sang buah hati di rumah pun sempat terbayang. Namun, kebahagiaan itu harus segera pupus di tengah jalan.
Setiap guncangan terasa menusuk di bekas luka operasi Elis. “Pas sampai di ujung cor, jalannya sudah tidak layak. Batu semua dan naik turun. Di dalam mobil guncangannya keras, kakak saya langsung kesakitan,” ujar Hadi, adik Elis dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Minggu (19/4/2026).
Kondisi Elis yang semakin kesakitan membuat perjalanan tak mungkin dilanjutkan dengan kendaraan. Di tengah keterbatasan, keluarga akhirnya mengambil keputusan yang tidak mudah: menandu Elis hingga ke rumah.
Dengan peralatan seadanya dan tenaga gotong royong, Elis ditandu melintasi jalan rusak sepanjang kurang lebih satu kilometer menuju Kampung Kikasam, Desa Turus.
“Adapun akses yang kami lalui kemarin untuk membawa pasien ke rumah itu melewati dua desa yang jalannya parah, yaitu Desa Pasir Kadu dan Desa Turus,” tambah Hadi.
Baca Juga: Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
Langkah demi langkah dilalui dengan hati-hati. Setiap pijakan bukan hanya soal menjaga keseimbangan, tetapi juga memastikan rasa sakit Elis tidak semakin parah. Perjalanan itu bukan sekadar perpindahan jarak, melainkan simbol keteguhan keluarga menghadapi keterbatasan akses.
Kisah Elis menjadi gambaran nyata kondisi infrastruktur di sebagian wilayah Pandeglang yang masih jauh dari kata layak. Jalan rusak bukan hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius dalam situasi darurat, termasuk bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis cepat dan aman.
Bagi Elis dan keluarganya, perjalanan itu mungkin telah usai. Namun bagi warga lain di wilayah tersebut, jalan rusak masih menjadi cerita panjang yang belum menemukan akhir.
Berita Terkait
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu