- Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menggeledah kantor PT Agro Banten Mandiri di Kota Serang pada Kamis, 16 April 2026.
- Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi program Banten Berkurban tahun 2023 yang melibatkan para petinggi perusahaan tersebut.
- Petugas menyita sejumlah dokumen penting dari ruang kerja sama dan corporate secretary sebagai barang bukti penyelidikan kasus.
SuaraBanten.id - Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agro Banten Mandiri (ABM) di Kawasan Ruko Sukses 2, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten, digeledah oleh tim penyidik Kejati Banten pada Kamis (16/4/2026).
Kuat dugaan, penggeledahan dilakukan menyusul sudah diperiksanya para petinggi di PT ABM oleh Kejati Banten berkaitan dengan kasus dugaan korupsi program Banten Berkurban tahun 2023.
Dari pantauan awak media di lokasi, sekitar 10 orang petugas Kejati Banten dengan memakai rompi bertuliskan "Kejati Banten" terlihat memeriksa ruangan di 2 gedung milik PT ABM.
Usai memeriksa sejumlah ruangan selama kurang lebih 4 jam, petugas Kejati Banten turut membawa sejumlah dokumen menggunakan koper dan boks plastik dan memasukannya ke dalam mobil, lalu bergegas pergi sekitar pukul 18.15 WIB.
Seorang petugas kebersihan di PT ABM Ibnu Solih membenarkan telah terjadi penggeledahan di tempatnya bekerja. Namun ia mengaku tidak mengetahui kasus apa yang tengah diselidiki oleh Kejati Banten tersebut.
"Sekitar jam 14.30 WIB datangnya, langsung ke sini dan ke sana juga. Enggak tau (soal apa)," kata Ibnu, Kamis (16/4/2026).
Disampaikan Ibnu, selama penggeledahan di gedung utama, petugas Kejati Banten hanya memeriksa 2 ruangan, termasuk membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan.
"Cuma 2 ruangan (yang digeledah), ruang kerja sama dan ruangan corsec (corporate secretary). Tapi karena saya cuma bagian kebersihan, jadi kurang tau lah," ungkapnya.
"Kayaknya dokumen sih (yang dibawa), dokumen laporan gitu," imbuh Ibnu.
Baca Juga: Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Banten Jonathan Suranta Martua masih enggan berkomentar terkait penggeledahan yang dilakukan. Diakuinya, sampai saat ini dirinya belum mendapat informasi pasti berkaitan dengan penyelidikan yang sedang dilakukan.
"Sebentar, nanti segera diinformasikan," singkat Jonathan.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah
-
Drama Penangkapan Mafia Gas Lebak, Pemodal Nyaris Tabrak Polisi Saat Hendak Kabur
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu