- Ditreskrimsus Polda Banten menangkap tiga pelaku pengoplosan gas elpiji subsidi di Kabupaten Lebak pada Selasa, 14 April 2026.
- Tersangka menyuntikkan isi gas 3 kg ke tabung 12 kg secara ilegal guna meraih keuntungan ratusan juta rupiah.
- Para pelaku telah beroperasi selama 11 bulan dan kini terancam hukuman pidana maksimal enam tahun penjara serta denda.
SuaraBanten.id - Ditreskrimsus Polda Banten kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas praktik kriminalitas ekonomi yang merugikan masyarakat.
Kali ini, sebuah praktik curang penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi berskala besar berhasil diendus dan ditindak tegas di Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Dalam operasi tersebut, tiga pelaku utama berhasil diringkus pada Selasa kemarin (14/4/2026), termasuk pemilik pangkalan dan distributor nakal yang memanfaatkan celah subsidi pemerintah.
Ditreskrimsus Polda Banten sendiri menangkap 3 pelaku berinisial AR (36), selaku pemilik pangkalan, KR (25) dan AZ (24), selaku distributor.
Dalam pengungkapan tersebut, diketahui 3 pelaku mengoplos gas elpiji 3 kg ke tabung 12 kg demi meraup keuntungan berlipat. Hal itu lantaran para pelaku membeli harga beli gas elpiji 3 kg yakni Rp16.000/tabung, sedangkan harga jual gas elpiji 5,5 kg yaitu sebesar Rp70.000/tabung dan gas elpiji 12 kg sebesar Rp120.000/tabung.
Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono mengatakan, pengungkapan penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi bermula dari kecurigaan petugas di lapangan dengan aktivitas di sebuah pangkalan elpiji 3 kg bernama "Fatimah".
Dikatakan Bronto, dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya praktik penyuntikan gas elpiji bersubsidi 3 kg ke dalam gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg demi mendapat keuntungan berlipat.
" Setelah mendapat informasi pasti, penyidik mendatangi dan melakukan penggeledahan di lokasi, ditemukan tindak pidana penyuntikan gas elpiji secara ilegal dari gas elpiji 3 kg ke gas 5,5 kg dan 12 kg," kata Bronto kepada awak media, Rabu (15/4/2026).
"Penyidik mendapatkan 3 pelaku yang sudah ditetapkan tersangka dalam hal ini. Satu orang sebagai petugas penyuntikan, dan dua orang sebagai sopir dan juga mengangkat tabung," imbuhnya.
Baca Juga: Jelang Munas, HIPMI Banten Usung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum
Disampaikan Bronto, dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku telah mengakali gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg selama hampir 11 bulan dengan keuntungan mencapai Rp626.342.400 (enam ratus dua puluh enam juta tiga ratus empat puluh dua ribu empat ratus).
Lanjut Bronto, salah seorang tersangka berinisial AR memperoleh keahlian menyuntikkan gas elpiji 3 kg ke dalam 5,5 kg dan 12 kg usai belajar secara otodidak, kemudian membeli selang regulator secara online dan memodifikasi agar bisa digunakan untuk penyuntikan.
"Kalau beroperasi dari bulan Juni 2025 sampai April 2026 dengan keuntungan sekitar Rp626 juta. Mereka motifnya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Salah satu tersangka AR ini pemilik pangkalan, jadi mereka menggunakan alat yang didapat secara online lalu memodifikasi alat tersebut," terangnya.
"Tersangka belajar secara otodidak. Dan dalam sehari para tersangka menghasilkan 80 tabung per hari hasil suntikan," sambung Bronto.
Menurut Bronto, para tersangka mendapatkan gas elpiji 3 kg berasal dari jatah pangkalan milik tersangka AR, kemudian gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg hasil suntikan diedarkan secara eceran di wilayah Kabupaten Lebak.
"Untuk hasil ini (suntikan) didistribusikan masih berada di wilayah Kabupaten Lebak," ujarnya.
Berita Terkait
-
Jelang Munas, HIPMI Banten Usung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum
-
Oknum Jaksa Banten: Di Indonesia Gak Ada Uang, Orang Tak Bersalah Bisa Jadi Bersalah
-
5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
-
Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
-
Salah Kaprah Cara Bersumpah! MUI Ingatkan Adab Memuliakan Al-Qur'an Terkait Kasus di Malingping
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang