- Dua wanita berinisial NL dan MT resmi ditahan di Lapas Kelas III Rangkasbitung sejak Senin, 13 April 2026.
- Polisi menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka kasus penistaan agama melalui aksi menginjak Al-Qur'an yang sempat viral.
- Perselisihan terkait alat rias dan parfum menjadi pemicu utama tindakan ekstrem tersebut hingga berujung proses hukum.
SuaraBanten.id - Kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan dua wanita di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, terus bergulir.
Setelah video pengambilan sumpah dengan cara menginjak Al-Qur'an viral dan memicu kegaduhan publik, kini kasus tersebut memasuki babak penahanan.
Kedua pelaku, berinisial NL dan MT, telah resmi dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung.
Berikut adalah 5 fakta terbaru mengenai kasus yang menghebohkan ini:
1. 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
Pada Senin (13/4/2026), kedua tersangka kasus penistaan agama, NL dan MT, telah digelandang ke dalam Lapas Kelas III Rangkasbitung. Mereka tiba sekitar pukul 11.41 WIB, didampingi oleh pihak keluarga dan dikawal ketat aparat kepolisian.
"Iya sudah masuk tadi sekitar pukul 11.41 WIB, statusnya masih tahanan titipan dari polres," kata salah seorang petugas Lapas Kelas III Rangkasbitung.
Kasubsi Admisi dan Orientasi Lapas Kelas III Rangkasbitung, Indra Faizal, turut membenarkan bahwa kedua tersangka sudah berada di dalam lapas.
2. Status Tersangka Ditetapkan Sejak Minggu (12/4/2026)
Baca Juga: Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
Sebelum resmi ditahan, NL dan MT telah diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (12/4/2026) setelah video aksi mereka viral di media sosial. Kecepatan pihak kepolisian dalam menetapkan status tersangka menunjukkan keseriusan penanganan kasus ini.
3. Berawal dari Masalah Sepele: Makeup dan Parfum!
Yang lebih mengejutkan, kasus ini ternyata berawal dari masalah yang relatif sepele. "Dari pemeriksaan kepolisian, aksi sumpah dengan menginjak Al-Qur'an yang dilakukan dua orang wanita di Lebak itu berawal dari masalah alat rias atau makeup dan parfum."
Dugaan pencurian alat makeup dan parfum memicu tindakan ekstrem yang berujung pada pelecehan simbol agama dan jeratan hukum. Ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya mengedepankan akal sehat dan prosedur hukum dalam menyelesaikan masalah, bukan main hakim sendiri dengan cara yang mencederai nilai-nilai sakral.
4. Status 'Tahanan Titipan': Prosedur Normal Menjelang Sidang
Status NL dan MT saat ini adalah tahanan titipan dari Polres Lebak. Menurut petugas Lapas, penitipan tahanan merupakan prosedur umum dalam proses penegakan hukum sebelum perkaranya dilimpahkan untuk nanti disidangkan di pengadilan.
Berita Terkait
-
Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
-
Salah Kaprah Cara Bersumpah! MUI Ingatkan Adab Memuliakan Al-Qur'an Terkait Kasus di Malingping
-
WNA Pakistan Viral Mengamuk Pakai Bambu di Ciledug, Imigrasi Tangerang Ungkap Kondisinya
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan
-
Kelakuan Bejat Mahasiswa Untirta: Tak Hanya Rekam Dosen di Toilet, Pernah Beraksi di SPBU
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu