- Dua anggota Brimob menjadi korban penganiayaan oleh sebelas oknum debt collector di Taktakan, Kota Serang, pada Selasa malam.
- Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam saat mempertahankan mobil dari upaya penarikan paksa pelaku.
- Dua pelaku berhasil ditangkap polisi di Gerbang Tol Serang Barat, sementara sembilan terduga lainnya masih dalam pengejaran.
SuaraBanten.id - Dua anggota Brimob Polda Banten berinisial Bripda FD dan Bripda AY menjadi korban penganiayaan hingga pembacokan oleh sejumlah oknum debt collector atau mata elang (matel) di wilayah Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, pada Selasa (5/6/2026) malam.
Akibat dari peristiwa tersebut, Bripda FD mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat sabetan senjata tajam berupa kapak. Sedangkan rekannya, Bripda AY mengalami pendarahan di bagian hidung dan kaki serta dislokasi di bahu kiri.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea mengatakan, insiden pembacokan terjadi usai terjadi cekcok antara dua anggota Brimob dan 11 oknum debt collector saat hendak menarik unit mobil Toyota Avanza yang dikendarai anggota kepolisian tersebut.
"Dari sore mereka sudah mengintai. Kemudian ada personel kita yang berdebat, lalu datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan terhadap personel kita dari Satbrimob," ujar Maruli, Rabu (3/6/2026).
Disampaikan Maruli, usai melakukan penganiayaan dan pembacokan, oknum debt collector tersebut mencoba melarikan diri dengan membawa kendaraan yang dibawa anggota Brimob dan satu unit Toyoto Fortuner yang dibawanya.
Namun, lanjut Maruli, sebanyak dua terduga pelaku berinisial FN dan YS berhasil ditangkap oleh rekan-rekan korban yang melakukan pengejaran dan penyisiran. Kedua terduga pelaku dibekuk saat hendak masuk ke ruas tol atau tepatnya di dekat Gerbang Tol Serang Barat arah Jakarta.
"Korban mundur, dan teman-temannya datang, kemudian masyarakat juga histeris melihat adanya korban kena bacok dan membantu ikut ngejar. Dikejar ke arah (gerbang tol) Serang Barat. Jadi pelaku ditangkap beserta mobilnya di pintu tol Serang Barat," ujar Maruli.
"Kami informasikan terduga pelaku itu ada 11 orang. 2 orang sudah diamankan, dan sedang dalam proses pengembangan. Diamankan dari TKP 1 jenis mobil Fortuner dan 1 jenis mobil Avanza," sambungnya.
Diakui Maruli, saat ini kondisi kedua korban sudah mulai membaik usai menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. Namun keduanya masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan akibat luka-luka yang dideritanya.
Baca Juga: Terbakar Cemburu Istri Diselingkuhi, Dua Pria Dobrak Kamar dan Bacok Pegawai Restoran di Tomang
"Tadi malam sudah sadar, sudah dilakukan tindakan medis juga," ucap Maruli.
Ditegaskan Maruli, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap seluruh pelaku premanisme di wilayah hukum Polda Banten dan meminta agar para debt collector tidak melakukan penarikan paksa kendaraan di jalan tanpa adanya proses fidusia yang berlaku.
"Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, kami pastikan akan bersikap tegas sesuai dengan aturan. Dan kai himbau kepada seumur debt collector apabila mau melakukan pengambilan kendaraan, silahkan sesuai aturan yang berlaku, silahka berkomunikasi dengan kreditur. Yang penting fidusianya sudah terpenuhi," tandas Maruli.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Terbakar Cemburu Istri Diselingkuhi, Dua Pria Dobrak Kamar dan Bacok Pegawai Restoran di Tomang
-
Perdana Dilatih John Herdman, Egy Maulana Vikri Bongkar Tabiat Asli sang Nakhoda Baru
-
TPAS Cilowong Membludak! Puluhan Truk Sampah Antre Akibat Jadwal Buang Sampah Bentrok
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
PERBANAS Ajak Industri Perbankan Perkuat Literasi Keuangan, Lawan Scam, dan Judi Online
-
60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik