- Program CSR PIK2 menyalurkan bantuan pendidikan kepada 330 penerima manfaat di Kabupaten Tangerang pada Rabu (9/9/2026).
- Sebanyak 160 siswa SD hingga SMA sederajat di Kecamatan Pakuhaji menerima bantuan pendidikan resmi dari pihak penyelenggara.
- Sebanyak 170 peserta mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B dan C di Kecamatan Teluknaga untuk memperoleh ijazah setara.
SuaraBanten.id - Program CSR PIK2 menyentuh 330 penerima manfaat melalui dua program pendidikan di Kabupaten Tangerang, Banten.
Sebanyak 160 siswa SD hingga SMA sederajat di Kecamatan Pakuhaji menerima bantuan pendidikan. Pada hari yang sama, 170 peserta mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C melalui program Bang Pendi di PKBM Kencana, Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga.
Bantuan pendidikan bagi siswa disalurkan CSR PIK2 bersama NU Care-LAZISNU Kabupaten Tangerang. Manager HR GA NU Care-LAZISNU PBNU Dewi Rochmawati mengatakan program tersebut telah berjalan selama dua tahun.
“Penerima manfaat tahun 2026 ini sebanyak 160 anak. Semoga ke depannya ada lebih banyak lagi kerja sama yang bisa diambil manfaatnya untuk seluruh generasi bangsa Indonesia,” kata Dewi dalam pernyataan yang diterima
Sementara itu, program Bang Pendi atau Bangkit Melalui Penyetaraan Pendidikan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk memperoleh ijazah setara SMP dan SMA.
Estate Management Director Agung Sedayu Group Restu Mahesa mengatakan program pendidikan kesetaraan tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan tahun ini diikuti 170 peserta.
“Mudah-mudahan dengan program ini masyarakat, baik yang mampu maupun yang tidak mampu, dapat mengakses pendidikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pelita Ilmu Sejahtera Nurjaidin menilai program tersebut membantu masyarakat berpenghasilan terbatas untuk kembali mengakses pendidikan.
Ia berharap program pendidikan kesetaraan dapat terus berlanjut sehingga turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu
Melalui dua program tersebut, CSR PIK2 berupaya memperluas akses pendidikan, baik bagi anak usia sekolah maupun masyarakat yang membutuhkan kesempatan kedua untuk menuntaskan pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda
-
Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut