- Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyatakan kualitas udara tetap sedang selama paparan abu vulkanik.
- Pemerintah memantau kualitas udara secara berkala di empat stasiun menggunakan data ISPU KLH secara konsisten.
- Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi strombolian sehingga masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer.
SuaraBanten.id - Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum membuat kualitas udara di Kota Tangerang masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada pada kategori sedang.
Meski demikian, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pasalnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berlangsung dan material yang dilontarkan tidak hanya berupa abu vulkanik, tetapi juga batuan.
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala melalui data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari ISPUNet KLH.
Selama dua hari pemantauan, indikator kualitas udara di Kota Tangerang masih menunjukkan kategori sedang atau warna biru.
"Kalau kita melihat data yang disajikan, kualitas udara di Kota Tangerang saat kondisi terpapar abu vulkanik masih dalam kategori sedang atau dapat diterima. Namun, kita terus mendata berkala demi memastikan kondisinya aman," kata Yudi di Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Empat Titik Dipantau
DLH Kota Tangerang melakukan pengukuran di empat stasiun pemantauan, yakni Tangerang Kali Pasir, Tangerang Pasir Jaya, Tangerang Benteng Betawi, dan Tangerang Karang Tengah.
Pemantauan difokuskan pada perkembangan kualitas udara serta parameter pencemar yang menjadi indikator kritis di masing-masing stasiun.
Menurut Yudi, data kualitas udara menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan maupun langkah yang perlu dilakukan masyarakat.
Baca Juga: Kabar Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Karena itu, meski kondisi saat ini masih berada dalam kategori sedang, DLH tetap meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi dampak abu vulkanik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga lingkungan, mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan emisi, serta mengikuti informasi kualitas udara dari kanal resmi pemerintah," ujarnya.
Anak Krakatau Masih Erupsi
Kewaspadaan juga diperkuat oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengatakan erupsi saat ini masih bertipe strombolian.
Erupsi tersebut berpotensi melontarkan material vulkanik hingga jarak lebih dari dua kilometer dari pusat erupsi.
Material yang dilontarkan pun tidak hanya berupa abu. Batuan juga dapat terlontar sehingga masyarakat diminta tidak mendekati kawasan rawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Bila Tak Ditemukan di Hari Ketujuh, Keluarga Korban Hilang Krakatau Minta Operasi SAR Diperpanjang
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda