Andi Ahmad S
Minggu, 06 September 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi Pesawat komersial parkir di Bandar. [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]
Baca 10 detik
  • AirNav Indonesia memperpanjang penutupan sementara tiga bandara akibat ancaman abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
  • Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II ditutup sementara berdasarkan rilis resmi Notice to Airmen (NOTAM).
  • AirNav Indonesia bersama pemangku kepentingan terus memantau sebaran abu vulkanik demi memprioritaskan keselamatan navigasi penerbangan.

SuaraBanten.id - AirNav Indonesia memperpanjang masa penutupan sementara ruang udara di tiga bandar udara—Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II—akibat ancaman abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang dirilis pada Minggu, EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menyatakan bahwa keselamatan navigasi menjadi prioritas utama. Pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan guna menyajikan update kondisi ruang udara secara real-time.

Dia mengatakan bahwa melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), dan Bandara Radin Inten II (WILL) saat ini dilakukan perpanjangan penutupan penerbangan sementara.

"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan dalam memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," katanya.

Ia menjelaskan, untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini masih berstatus closed berdasarkan NOTAM A3346/26 (NOTAMR A3344/26), dengan masa berlaku mulai pukul 08.36 WIB dan estimasi dibuka kembali pukul 13.30 WIB, Minggu, 6 September 2026.

Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang penutupannya melalui NOTAM A3347/26 (NOTAMR A3345/26). Penutupan berlaku sejak pukul 09.49 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.

"Untuk Bandara Radin Inten II, penutupan diperpanjang melalui NOTAM B1125/26 (NOTAMR B1124/26) sejak pukul 09.55 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB," ujarnya.

AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi terkini untuk mendukung keselamatan penerbangan.

Sementara, untuk pelayanan navigasi penerbangan dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual di masing-masing wilayah. Di mana, dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik, perkembangan sebaran abu dan kondisi ruang udara menjadi salah satu aspek penting yang terus dipantau dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Landa 15 Kecamatan di Banten-Lampung, Hujan Abu Capai Jakarta

"Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia memperketat pemantauan terhadap kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," paparnya.

Dia bilang, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi keselamatan penerbangan dapat tersedia dan diperbarui sesuai perkembangan kondisi.

"Informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan tersebut disampaikan melalui mekanisme pelayanan informasi aeronautika, termasuk melalui penerbitan dan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) sesuai perkembangan kondisi yang terjadi," kata dia. [Antara].

Load More