- Kepala BNPB Suharyanto menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada tiga kabupaten dan lima belas kecamatan di Lampung serta Banten pada hari Minggu.
- BNPB mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa akibat erupsi tersebut, sementara pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
- Wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Lampung dilaporkan terpapar abu vulkanik sebagai akibat dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
SuaraBanten.id - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada wilayah pesisir Lampung dan Banten. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada tiga kabupaten dan 15 kecamatan yang masuk dalam kawasan terdampak.
"Terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu.
Tiga kabupaten dan 15 kecamatan itu adalah Kabupaten Lampung Selatan yang meliputi Kecamatan Punduh Pedada, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Kalianda, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Sidomulyo, dan Kecamatan Katibung.
Kemudian Kabupaten Pandeglang (Banten) meliputi Kecamatan Carita, Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, dan Kecamatan Jiput.
Selanjutnya Kabupaten Tanggamus (Lampung) meliputi Kecamatan Pematang Sawa, Kecamatan Cukuh Balak, Kecamatan Semaka, dan Kecamatan Kota Agung.
Suharyanto menyebut hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kami sudah melakukan video conference dengan para Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, semua melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa. Sementara dampak secara fisik untuk kerusakan ini terus masih dilakukan pendataan," tutur Suharyanto.
Sementara untuk situasi di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. [Antara].
Baca Juga: Semua Wilayah di Tangerang Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
Berita Terkait
-
Semua Wilayah di Tangerang Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
-
Erupsi Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Perih Imbas Hujan Abu Vulkanik
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar
-
Satu Kasus Berhasil Diungkap, Polisi Masih Buru Pelaku Curanmor Viral di Lebak
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang