-
Terjadi pembongkaran makam secara sengaja di TPU Kampung Gardu, Desa Junti, yang mengakibatkan hilangnya bagian tulang tengkorak milik jenazah bernama Sajim (yang sudah dimakamkan selama 7 tahun).
-
Kejadian ini merupakan peristiwa pertama di wilayah tersebut dan ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Sadira pada Minggu, 18 Januari 2026, saat sedang membersihkan rumput di area pemakaman.
-
Kasus ini sedang dalam penanganan serius oleh Polsek Jawilan dan Satreskrim Polres Serang. Polisi telah memasang garis polisi di TKP serta mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan perangkat desa untuk memburu pelaku.
SuaraBanten.id - Warga Kampung Gardu, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Serang digegerkan dengan sebuah makam yang diduga sengaja dibongkar pada Minggu (18/1/2026) kemarin. Bahkan tulang tengkorak yang ada di dalam makam diketahui turut hilang.
Kepala Desa Junti, Jakra mengatakan, peristiwa kejadian makam dibongkar baru pertama kali terjadi di wilayahnya hingga membuat geger warga setempat.
Menurutnya, kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sadira saat hendak membersihkan rumput di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu.
"Makam sudah dalam kondisi digali, pertama itu diketahui sama yang sedang membersihkan rumput kemarin (Minggu) siang," kata Jakra, Senin (19/1/2026).
Disampaikan Jakra, makam yang dibongkar milik warga setempat bernama Sajim yang sudah dimakamkan sejak 7 tahun lalu. Namun untuk kondisi makam lainnya masih tampak utuh.
"Cuma 1 yah dibongkar, padahal di TPu itu ada banyak makam. Yang diambil itu (tulang) tengkoraknya," ujarnya.
Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polsek Jawilan bersama Satreskrim Polres Serang. Lokasi makam yang dibongkar itu pun telah dipasangi garis polisi untuk dilakukan penyelidikan.
Sementara itu, Kapolsek Jawilan AKP Erwan Nurwanda mengaku, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mendapatkan keterangan guna mencari tahu pelaku pembongkaran.
"Kami telah mencatat keterangan, menghubungi pihak keluarga almarhum dan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menggali informasi tambahan," kata Erwan.
Baca Juga: Buntut KDRT dan Gugatan Cerai? ART di Serang Jadi Korban Penusukan Brutal
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Buntut KDRT dan Gugatan Cerai? ART di Serang Jadi Korban Penusukan Brutal
-
Waspada Pilih Pengasuh! Belajar dari Kasus Penculikan Balita di Serang, Dibawa Kabur Pakai Ojol
-
1.500 Rumah Terendam dan Ratusan Warga di Serang Mengungsi, Kecamatan Kasemen Paling Parah
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang
-
TPAS Cilowong Tutup buat Tangsel, Tapi Aman buat Pemkab Serang; Ada Apa dengan Sampah Tetangga?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Momen Wali Kota Cilegon Bareng Ebiet G. Ade Iringi Refleksi HUT ke-27 Cilegon
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
Seba Baduy 2026 Mendunia! Diplomat 10 Negara Siap Saksi Ritual Adat dan Budaya Banten