- Pamflet "Dicari Orang Hilang" bergambar Bupati Lebak beredar sebagai kritik mahasiswa AML pada Senin, 2 Maret 2026.
- Mahasiswa kecewa karena Bupati Lebak, Moch Hasbi Jayabaya, tidak menemui demonstran di Kantor Bupati.
- Pamflet tersebut mengekspresikan kekecewaan terhadap kepemimpinan satu tahun yang dinilai kurang transparan dan responsif.
SuaraBanten.id - Dinamika politik lokal di Kabupaten Lebak, Banten, semakin memanas dengan kemunculan pamflet bertuliskan 'Dicari Orang Hilang' yang bergambar Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Pamflet ini mendadak beredar dan memicu sorotan publik yang luas, menjadi simbol kritik keras dari Aliansi Mahasiswa Lebak (AML).
Dalam selebaran satir itu tertulis nama Bule, usia satu tahun, jenis kelamin laki-laki, serta kalimat menusuk “Terakhir dilihat memakai kemeja batik/putih disebabkan oleh kekecewaan terhadap masyarakat dan mahasiswa dikarenakan menunggu dari jam 8.”
Pamflet tersebut muncul tak lama setelah AML menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/3/2026), di mana mahasiswa mengaku kecewa karena Bupati tak menemui mereka secara langsung.
Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung, Heru, menyebut, pamflet itu sebagai simbol kritik keras terhadap kepemimpinan Hasbi Jayabaya yang telah berjalan satu tahun.
"Pamflet itu bentuk ekspresi kekecewaan kami. Kami menilai Bupati minim kehadiran, kurang transparan dan lambat merespons persoalan masyarakat serta mahasiswa,” tegas Heru, dilansir dari Bantennews -jaringan Suara.com.
Ia menilai, selama satu tahun kepemimpinan Hasbi, pemerintah daerah belum menunjukkan langkah signifikan yang berpihak luas kepada rakyat.
“Selama satu tahun ini kami belum melihat gebrakan nyata yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Heru menegaskan, mahasiswa tidak menyerang secara personal. Mereka mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, keterbukaan, dan keberpihakan.
Baca Juga: Nasib THR PPPK Paruh Waktu di Banten Belum Jelas Jelang Lebaran 2026
“Kami datang membawa aspirasi. Seharusnya Bupati dan Wakil Bupati menerima dan mendengarkan langsung. Tapi saat aksi, Bupati tidak menemui kami. Wakil Bupati yang datang,” katanya.
Menurut Heru, kehadiran Wakil Bupati tidak menjawab substansi tuntutan mahasiswa. Ia menilai kewenangan penuh tetap berada di tangan Bupati.
“Kami butuh jawaban langsung dari Bupati sebagai pemegang kebijakan. Kalau hanya dimediasi Wakil Bupati, pembahasannya jadi bertele-tele. Kami minta sikap konkret,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Lebak terkait beredarnya pamflet satir tersebut. Namun satu hal jelas, kritik mahasiswa kini berubah menjadi simbol tajam yang menyentil langsung kursi kepemimpinan di Lebak.
Berita Terkait
-
Nasib THR PPPK Paruh Waktu di Banten Belum Jelas Jelang Lebaran 2026
-
Rapor Merah Hasbi Jayabaya, Proyek Alun-alun Rp4,9 Miliar Jadi Sorotan Mahasiswa
-
Gratis dan Aman! Ini Syarat Titip Kendaraan di Polsek dan Polres Banten Selama Lebaran
-
Rapor Merah Setahun Untuk Kepemimpinan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya
-
Imbas Serangan AS-Israel ke Iran, Kontingen Anggar Arab Saudi dan Qatar Tak Bisa Pulang dari Jakarta
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit