-
Evaluasi Kerja Sama Sampah Pemkot Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangerang Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil guna menyerap aspirasi masyarakat dan menunggu instruksi lebih lanjut dari Wali Kota Serang.
-
Upaya Solusi yang Adil Wakil Wali Kota Serang berkomitmen mencari solusi terbaik (win-win solution) bagi pemerintah dan warga terdampak. Keputusan kelanjutan kerja sama kini bergantung pada hasil rapat evaluasi dan kebijakan pimpinan daerah.
-
Status Operasional TPSA Cilowong Meskipun pengiriman sampah dari Tangerang Selatan terhenti, pembuangan sampah dari Kabupaten Serang ke TPSA Cilowong dipastikan tetap berjalan normal. Kerja sama lokal tersebut dilaporkan aman tanpa kendala di lapangan.
SuaraBanten.id - Polemik impor sampah yang sempat memanaskan suasana di Kota Serang akhirnya mendapat respons serius dari pemerintah daerah.
Menyusul gelombang protes dan aspirasi dari masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah taktis untuk meredam ketegangan.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, secara resmi mengumumkan bahwa kegiatan penerimaan sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihentikan untuk sementara waktu.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap suara warga sambil menunggu proses evaluasi menyeluruh.
"Kemarin baru diserap aspirasi dari warganya, nanti kita rapatkan lagi. Belum ada hasil evaluasi karena baru menyerap aspirasi," kata Nur Agis Aulia, Kamis (8/1/2026).
Agis menekankan komitmen Pemkot Serang untuk tidak mengabaikan keluhan warga terdampak bau dan lalu lintas truk sampah.
Di sisi lain, potensi pendapatan daerah dari retribusi sampah juga menjadi pertimbangan.
Oleh karena itu, Agis berjanji akan merumuskan kebijakan yang adil bagi kedua belah pihak.
"Tapi yang pasti kita sudah menyerap aspirasi, seharusnya ada win-win solution dan kita menunggu arahan dari Wali Kota Serang," tegasnya.
Baca Juga: Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
Masyarakat menanti terobosan apa yang akan ditawarkan pemerintah. Apakah kompensasi bagi warga akan dinaikkan atau manajemen pengelolaan sampah di Cilowong akan di-upgrade menggunakan teknologi canggih agar tidak bau.
Menariknya, penghentian ini hanya berlaku spesifik untuk sampah dari Tangsel yang menjadi sorotan. Agis memastikan bahwa kerja sama pembuangan sampah dari tetangga terdekat, yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, tidak terganggu sama sekali.
"Kalau sampah dari pemkab sudah berjalan, lancar tidak ada kendala, aman," pungkas Agis. [Antara].
Berita Terkait
-
Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
-
GMNI Tangerang Tolak Keras Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Bukan Penonton
-
Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kamis 8 Januari 2026
-
Punya Nasab Kuat dan Peduli Umat, KH Asep Saefudin Chalim Didorong Jadi Rais 'Aam PBNU
-
Ini 3 Wisata Alam Paling Hits di Pandeglang yang Wajib Masuk Bucket List Kamu
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
Terkini
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang
-
Kawasan Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Selama 3 Bulan Mulai 20 Januari 2026
-
Hanya 4 Menit Sampai Rumah, Politisi PKS Cilegon Tak Sangka Panggilan Video Jadi Kabar Duka Anaknya