-
Penolakan terhadap Pilkada DPRD GMNI Kabupaten Tangerang menolak keras wacana Pilkada melalui DPRD karena dianggap merampas kedaulatan rakyat. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah mundur yang menjauhkan demokrasi dari partisipasi langsung masyarakat dalam memilih pemimpin.
-
Akar Masalah Ongkos Politik Mahalnya biaya Pilkada bukan disebabkan rakyat, melainkan praktik internal partai politik. Pilkada oleh DPRD justru berisiko menyuburkan transaksi gelap dan lobi elit yang merusak tanggung jawab moral kepala daerah.
-
Ancaman terhadap Substansi Demokrasi Pilkada tidak langsung hanya akan menciptakan pemimpin yang tunduk pada kepentingan elit partai. Negara seharusnya memperbaiki kualitas pemilihan langsung demi menjaga hak politik rakyat, bukan malah memusatkan kekuasaan pada segelintir orang.
SuaraBanten.id - Isu panas mengenai wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat dan memantik reaksi keras dari kalangan aktivis muda.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, Banten, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap gagasan yang dinilai sebagai langkah mundur demokrasi tersebut.
Ketua Cabang GMNI Kabupaten Tangerang, Endang Kurnia, tidak menahan diri dalam melontarkan kritik tajam. Ia menilai wacana ini sebagai upaya sistematis untuk merampas kedaulatan rakyat dan mengembalikan kekuasaan ke ruang gelap elit politik.
Salah satu argumen utama pendukung Pilkada oleh DPRD adalah mahalnya ongkos politik Pilkada langsung. Namun, Endang mematahkan logika tersebut.
Menurutnya, akar masalah biaya tinggi bukan terletak pada partisipasi rakyat, melainkan pada praktik internal partai politik, seperti mahar politik saat pencalonan.
"Pilkada langsung lahir dari luka sejarah kekuasaan yang elitis dan tertutup. Ia menjadi jalan agar rakyat tidak lagi sekadar penonton, tetapi penentu arah kepemimpinan daerah," tegas Endang, dilansir dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Kekhawatiran terbesar GMNI adalah potensi suburnya praktik politik uang di balik pintu tertutup gedung dewan. Jika kepala daerah dipilih oleh segelintir anggota DPRD, maka ruang untuk transaksi jual beli suara dan jabatan akan terbuka lebar.
"Pilkada oleh DPRD justru membuka ruang lebar bagi transaksi politik, lobi-lobi gelap, dan jual beli jabatan yang menjauhkan pemimpin dari tanggung jawab moral kepada rakyat," terangnya.
Pemimpin yang lahir dari proses ini dikhawatirkan tidak akan merasa memiliki utang budi kepada rakyat, melainkan tunduk pada bos-bos partai dan fraksi yang memilihnya. Akibatnya, kebijakan publik yang dihasilkan akan bias kepentingan elit, bukan kepentingan rakyat kecil.
Baca Juga: Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kamis 8 Januari 2026
Endang memperingatkan bahwa jika wacana ini lolos, demokrasi Indonesia akan berubah menjadi sekadar formalitas prosedural tanpa jiwa. Rakyat hanya akan menjadi objek, bukan subjek penentu.
"Jadi bila wacana ini dijalankan, maka ini adalah langkah mundur yang mengabaikan perjuangan panjang masyarakat sipil dalam merebut ruang partisipasi politik. Negara seharusnya memperbaiki kualitas pilkada langsung, bukan malah mencabutnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kamis 8 Januari 2026
-
Punya Nasab Kuat dan Peduli Umat, KH Asep Saefudin Chalim Didorong Jadi Rais 'Aam PBNU
-
Ini 3 Wisata Alam Paling Hits di Pandeglang yang Wajib Masuk Bucket List Kamu
-
4 Fakta Panas Polemik Sampah Serang-Tangsel, Dari Spanduk Menohok Hingga Angka Fantastis
-
Ratusan Warga Serang Tolak Jadi 'Tempat Sampah' Kota Tangsel
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang
-
Kawasan Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Selama 3 Bulan Mulai 20 Januari 2026
-
Hanya 4 Menit Sampai Rumah, Politisi PKS Cilegon Tak Sangka Panggilan Video Jadi Kabar Duka Anaknya