-
Penolakan Warga Taktakan Ratusan warga Kecamatan Taktakan berdemonstrasi menolak pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong karena menyebabkan bau menyengat, pencemaran lingkungan, dan mengganggu aktivitas warga setempat.
-
Dampak Kerugian Masyarakat Masyarakat menilai kebijakan Pemkot Serang hanya mementingkan keuntungan finansial tanpa memedulikan dampak buruk bagi rakyat, terutama polusi dari ratusan ton sampah serta gangguan lalu lintas truk pengangkut.
-
Respon Pemerintah Daerah Pemkot Serang memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sampah guna melakukan evaluasi. Kelanjutan kerja sama tersebut kini menunggu keputusan final dari Wali Kota Serang berdasarkan aspirasi masyarakat.
SuaraBanten.id - Ratusan warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten menggelar aksi demonstrasi menolak kiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Selatan) ke TPAS (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah) Cilowong di depan kantor Kecamatan Taktakan pada Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan informasi, Kota Serang akan menerima bantuan keuangan khusus sebesar Rp65 miliar per tahun dan proyeksi retribusi sebesar Rp57 miliar dari Pemkot Tangsel.
Kerja sama antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangsek dilakukan untuk pengelolaan sampah di TPAS Cilowong dengan kapasitas pengiriman sekitar 500 ton per hari.
Dalam aksinya, para warga turut membawa sejumlah spanduk penolakan kiriman sampah dari Kota Tangsel bertuliskan "jangan bunuh kami dengan sampah" dan "Tangsel dilarang buang sampah di sini. Taktakan mambu sampah dulur".
Koordinator aksi, Yudha mengatakan, kebijakan menampung sampah dari Kota Tangsel telah merugikan warga di sekitar TPAS Cilowong maupun di sepanjang jalan yang dilintasi oleh truk-truk pengangkut sampah.
"Mereka (Pemkot Serang) hanya memikirkan keuntungan. Satu kata untuk kali ini, lawan, tolak," kata Yudha.
Diakui Yudha, Kecamatan Taktakan menjadi wilayah yang paling terdampak dari kebijakan menampung sampah dari Kota Tangsel, mulai dari pencemaran lingkungan hingga terganggunya aktivitas warga karena lalu lalang truk-truk pengangkut sampah.
"Kampung kita tercinta, Taktakan kini dicemari sampah. Mereka tidak memikirkan sengsaranya rakyat," ujarnya.
Hal senada turut disampaikan warga lain, Ella. Menurutnya, para warga bersikeras menolak adanya kiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPAS Cilowong karena menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas para warga.
Baca Juga: Tim Forensik Ungkap Penyebab Kematian Anak Politikus PKS: Ada Dua Luka Tusuk Fatal
"Intinya kita kecewa sama pemimpin di sini, apapun keputusannya isinya muter-muter itu aja. Intinya rakyat Taktakan itu menolak ya, isinya muter-muter. Intinya ga ma terima, udah pernah waktu itu juga bau banget," ucap Ella.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengaku, pihaknya akan menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPAS Cilowong sambil melakukan evaluasi terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) di antara kedua belah pihak.
Menurutnya, pengiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPAS Cilowong saat ini masih dalam proses ujicoba sehingga belum ada gelontoran anggaran yang didapat oleh Pemkot Serang atas kiriman sampah tersebut.
"Dan ini kan baru ujicoba beberapa hari, atas perintah Pak Wali Kota Serang ini dihentikan dulu, kita evaluasi. Ini perintah Pak Wali Kota kita dengarkan publik, masyarakat seperti apa. Poinnya kita akan lakukan perbaikan-perbaikan," ucap Nanang.
"Saya pastikan sampai saat ini pemerintah daerah baru ujicoba, belum ada uang yang kami alokasikan untuk siapapun," imbuhnya.
Kendati demikian, Nanang mengaku, kebijakan menerima sampah Kota Tangsel masih belum ada keputusan lanjutan dikarena menunggu intruksi dari Wali Kota Serang Budi Rustandi.
Berita Terkait
-
Tim Forensik Ungkap Penyebab Kematian Anak Politikus PKS: Ada Dua Luka Tusuk Fatal
-
Kalah Judi Kripto hingga Terlilit Utang Ratusan Juta, Alasan HA Tega Bunuh Anak Politikus PKS
-
Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Bocah 9 Tahun di Cilegon: Berawal dari Bel Rumah yang Tak Terjawab
-
4 Fakta TPA Rawa Kucing Tangerang Masih Aman Tampung Sampah di 2026
-
4 Fakta Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS: Niat Maling Brankas Malah Dikepung Brimob
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan
-
Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi
-
Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang
-
Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026
-
Banten Targetkan Bangun 18 SMA/SMK Baru hingga 2029